Rabu, 22 Juli 2026 | 03:58
NEWS

Awas! 500 Ribu Ojol Siap Turun ke Jalan! Hindari 3 Titik Panas ini

Awas! 500 Ribu Ojol Siap Turun ke Jalan! Hindari 3 Titik Panas ini
Ribuan ojol ketika melakukan aksi unjuk rasa (Dok Askara)

ASKARA – Gelombang besar aksi unjuk rasa pengemudi ojek online (ojol) bakal mengguncang Jakarta pada Selasa (20/5) besok. Sekitar 500 ribu driver diperkirakan akan memadati sejumlah titik strategis di ibu kota, dalam aksi protes terhadap aplikator yang dinilai melanggar regulasi pemerintah.

Menanggapi hal ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari tiga lokasi utama yang diprediksi menjadi pusat keramaian demo: Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, dan kawasan DPR RI.

“Kita imbau ke masyarakat supaya menghindari area seputaran Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, sama seputaran DPR. Karena memang jumlahnya (massa) cukup banyak,” ujar Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dikonfirmasi pada Senin (19/5).

Menurut Argo, pihak kepolisian tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional guna mengantisipasi kemacetan parah di area sekitar lokasi aksi.

“Kalau di sekitar Patung Kuda, nanti pengalihannya bisa ke Budi Kemuliaan, Tugu Tani, hingga Harmoni dan Tomang. Tapi ini masih dalam proses dan akan kita umumkan lewat flyer resmi,” jelasnya.

Tak hanya itu, polisi juga siap mengawal jalannya aksi jika dibutuhkan. “Kita standby. Kalau diminta oleh koordinator aksi, kita siapkan pengawalan agar tidak mengganggu ketertiban umum,” tambah Argo.

Sementara itu, juru bicara aksi, Raden, menyebutkan bahwa demo akan dimulai pada pukul 13.00 WIB dan akan menyasar beberapa titik, seperti Kementerian Perhubungan, Istana Merdeka, DPR RI, kantor-kantor aplikator, hingga lokasi-lokasi lain yang berkaitan langsung dengan operasional aplikasi.

“Massa ojol dari Garda R2 dan R4 akan menyebar ke seluruh wilayah Jakarta secara masif mencari lokasi-lokasi layanan perusahaan aplikasi,” ungkap Raden dalam pernyataan resminya.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan bijak, menghindari area-area rawan kemacetan, serta terus memantau perkembangan informasi dari kepolisian dan media.

 

 

Komentar