Kamis, 04 Juni 2026 | 08:48
COMMUNITY

Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas, Wamenparekraf dan AKUMANDIRI Bahas Strategi Sinergi Ekosistem Nasional

Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas, Wamenparekraf dan AKUMANDIRI Bahas Strategi Sinergi Ekosistem Nasional

ASKARA - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Irene Umar menggelar audiensi bersama Asosiasi Industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Indonesia (AKUMANDIRI) di Gedung Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Dalam pertemuan ini, berbagai strategi penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional dibahas dengan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha skala mikro, kecil, dan menengah.

Batang Tubuh:
Wamenparekraf Irene menegaskan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkeadilan, dengan menekankan dukungan konkret untuk pelaku UMKM kreatif di berbagai daerah. “Kami ingin pertumbuhan ekonomi dimulai dari pinggiran, dengan memperkuat infrastruktur serta menyediakan akses dukungan yang nyata bagi pelaku usaha kreatif,” ujar Irene.

Dalam pertemuan tersebut, Irene turut memaparkan sejumlah program strategis yang telah dijalankan Kemenparekraf. Di antaranya adalah Ekraf Hunt, sebuah basis data yang memetakan potensi lokal ekonomi kreatif sebagai pengembangan pusat-pusat kreatif (creative hub) melalui kolaborasi dengan dinas terkait di daerah. Selain itu, ada juga program Emak-Emak Matic yang menyasar peningkatan literasi digital dan pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi kreatif berbasis gotong royong.

Program lain yang disorot adalah inisiatif Koperasi Desa Merah Putih Ekonomi Kreatif, yang merupakan hasil sinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Melalui skema ini, pelaku usaha kreatif diarahkan untuk membentuk koperasi yang dapat mengakses pendanaan alternatif dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), sekaligus mendapatkan pendampingan untuk mengelola koperasi secara profesional.

Wamenparekraf Irene juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian PUPR agar pelaku ekonomi kreatif bisa mendapatkan akses perumahan dengan uang muka ringan sebesar 1% dan skema cicilan yang terjangkau. Langkah ini diyakini dapat meringankan beban pelaku UMKM kreatif dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Penjelasan Tambahan:
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Cecep Rukendi, yang turut hadir dalam audiensi ini menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki sektor lain. “Ekraf itu berbasis pada inovasi dan kreativitas. Oleh karena itu, kontribusinya diarahkan untuk meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, serta membuka lapangan pekerjaan baru, sebagaimana ditargetkan dalam RPJMN,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum AKUMANDIRI, Hermawati Setyorinny, menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku ekonomi kreatif, mulai dari akses pembiayaan yang terbatas hingga minimnya pendampingan dan kebijakan yang berpihak. “Kompetisi dengan produk luar negeri sangat terasa, dan ini terjadi hampir di semua sektor kreatif,” ujar Hermawati.

Namun demikian, Hermawati mengaku terkejut dan mengapresiasi banyaknya program nyata yang telah dilakukan Kemenparekraf. “Kami tak menyangka kementerian ini sudah sejauh ini bergerak. Padahal terbilang masih muda, tapi sudah responsif dan konkret terhadap kebutuhan pelaku ekonomi kreatif. Bahkan banyak produk kreatif lokal yang menembus pasar internasional, yang sebelumnya tidak kami ketahui,” ungkapnya.

Ia juga menyambut positif kolaborasi lintas kementerian yang tengah dibangun Kemenparekraf, termasuk dengan Kemenkop UKM, Kementerian UMKM, dan Kementerian PUPR. Hermawati berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk memperluas jangkauan program-program seperti Ekraf Hunt dan Emak-Emak Matic ke seluruh wilayah Indonesia.

Penutup:
Audiensi ini turut dihadiri oleh jajaran AKUMANDIRI, di antaranya Ketua Bidang Kerja Sama Usaha, Antar Lembaga, dan Kemitraan Sandi Suwardi Hasan, Ketua DPW AKUMANDIRI Jawa Barat Reza Rizky Hermawan, serta anggota Dani Yusup, Novi Setia Nurviat, dan Hestya Hermawaty. Dari pihak Kemenparekraf, Wamen Irene didampingi oleh Deputi Cecep Rukendi, Plt Direktur Jasa TIK Harry Noor Sukarna, dan Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar