Kamis, 04 Juni 2026 | 04:57
LIFESTYLE

Investigasi Malam-Malam: Hotel Classic, Tempat Menginap atau 'Tempat Kenakalan Terselubung'?

Investigasi Malam-Malam: Hotel Classic, Tempat Menginap atau 'Tempat Kenakalan Terselubung'?
Suasana lantai 2 Classic (Dok Askara)

ASKARA – Tim investigasi Askara mendadak jadi tamu “VIP” di Hotel Classic, Jalan Samanhudi, Jakarta Pusat, Rabu malam (30/4/2025). Tapi tenang, ini bukan staycation biasa—lebih mirip ekspedisi “misteri malam” lengkap dengan musik DJ, wanita-wanita berpakaian minim, dan penawaran yang bikin dompet kering dan iman goyah.

Masuk ke klub malam di lantai 2, tim disambut dengan gelang tanda tamu. Bukan gelang festival musik, tapi tiket masuk ke dunia malam yang penuh godaan. Di dalam, wanita-wanita dengan pakaian minim tampak seperti SPG diskon besar-besaran, siap menemani tamu dengan senyum menggoda.

Seorang “mami”—bukan ibu kandung tapi ibu yang mengatur lalu lintas wanita—langsung menawarkan minuman dan paket layanan “lebih dari sekadar ngobrol.” Tarifnya? Rp365 ribu untuk satu jam dengan satu wanita, atau Rp500 ribu untuk paket ‘ganda’ selama dua jam. Bonus: rayuan maut. “Kalau satu rugi, Mas. Mendingan dua. Bisa main bertiga,” ujar si wanita yang lebih jago promosi dari sales motor kredit.

Salah satu wanita bahkan curhat ke tim investigasi. Katanya, ia datang dari Cianjur, dijanjikan penghasilan besar, meski realitanya kadang hanya cukup buat pulsa dan mie instan. Komisinya? Rp105 ribu per “sesi silaturahmi”.

Setelah cukup “wisata malam”, tim pamit dengan sopan, menolak layanan secara halus, dan memberi tip Rp100 ribu—sebagai bentuk etika investigatif.

Biaya empat gelang masuk? Lebih dari satu juta. Mahal juga kalau cuma buat “observasi”. Tapi yang bikin mahal sebenarnya bukan gelangnya, melainkan kenyataan bahwa dugaan praktik prostitusi ini terjadi terang-terangan di balik kedok hiburan malam.

Padahal, Perda Nomor 6 Tahun 2015 jelas melarang aktivitas amoral di tempat usaha hiburan. Tapi tampaknya, “aturan” sering kalah oleh “aturan main di lapangan”.

Tim Askara akan terus menyelidiki. Karena investigasi tak berhenti sampai di pintu klub. Ini bukan sekadar berita malam, ini panggilan untuk bersih-bersih malam Jakarta!

 

Komentar