Kamis, 04 Juni 2026 | 10:17
MILITER

Letjen TNI Kunto Arief Terdampak Rotasi Besar TNI, Panglima Tegaskan Proses Penyegaran dan Regenerasi

Letjen TNI Kunto Arief Terdampak Rotasi Besar TNI, Panglima Tegaskan Proses Penyegaran dan Regenerasi
Rotasi dan mutasi perwira tinggi di lingkungan TNI (Dok Puspen TNI)

ASKARA - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran terhadap 237 perwira tinggi (Pati) di lingkungan TNI. Salah satu nama yang menyita perhatian dalam keputusan ini adalah Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, putra Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal (Purn) Try Sutrisno, yang digeser menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Mutasi ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 tanggal 29 April 2025. Dari 237 perwira tinggi yang dimutasi, terdiri dari 109 Pati TNI AD, 64 Pati TNI AL, dan 64 Pati TNI AU. Perubahan besar ini disebut sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan dan penyegaran organisasi TNI.

Letjen Kunto sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I — posisi strategis yang mengomandoi kekuatan gabungan lintas matra di wilayah barat Indonesia. Perpindahannya ke jabatan Staf Khusus KSAD dinilai banyak pihak sebagai bentuk “non-job” karena tidak lagi memegang komando operasional.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan kebutuhan organisasi.

“Mutasi ini adalah bagian dari sistem pembinaan personel sekaligus kebutuhan organisasi untuk menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujarnya dalam keterangan pers di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (30/4/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa rotasi besar ini mencerminkan komitmen Panglima TNI dalam memperkuat TNI yang PRIMA: Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Perpindahan Letjen Kunto ke jabatan yang bersifat non-struktural menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat militer. Sebagian menilai hal ini sebagai sinyal regenerasi yang tengah dipercepat di tubuh TNI, sementara lainnya memandangnya sebagai langkah politis menjelang dinamika suksesi kepemimpinan di TNI.

 

Komentar