LBH Caritas NTT Resmi Dikukuhkan, Siap Melayani Masyarakat Miskin dan Tertindas
ASKARA — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Caritas Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dikukuhkan di Gereja St. Yoseph Naikoten, Kupang, oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.
Acara pengukuhan dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain perwakilan dari Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A, Kepala Kantor Wilayah BPN/ATR NTT, Kanit Pidum Polres Kupang Kota, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi NTT, Bidkum Polda NTT, Dekan Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana), Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT, serta perwakilan organisasi seperti Pemuda Katolik, OMK, KMK, dan Senat Mahasiswa STIPAS Keuskupan Agung Kupang.
Ketua LBH Caritas NTT, Kapistrano C. Ceme, dalam sambutannya menegaskan bahwa lembaga ini hadir sebagai wadah advokat Katolik untuk mengaktualisasikan iman melalui pelayanan hukum.
"LBH Caritas hadir sebagai perwujudan konkret ajaran sosial Gereja, khususnya dalam cinta kasih kepada mereka yang miskin, buta hukum, dan tertindas," ujar Kapistrano.
Ia juga menyampaikan bahwa LBH Caritas akan memperluas layanan hukum berbasis paroki melalui pendidikan hukum masyarakat, layanan konsultasi, serta pengembangan jaringan bantuan hukum umat.
Dewan Pengawas LBH Caritas NTT, Fransiskus Dj. Tulung, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pengurus. Ia mengingatkan bahwa kehadiran LBH Caritas adalah jawaban atas kebutuhan pendampingan hukum bagi masyarakat yang selama ini jauh dari jangkauan keadilan.
"Ini adalah mimpi yang telah lama dinanti. Kini saatnya kita bergerak bersama, komunikatif, dan memperkuat posisi kita untuk berkontribusi di berbagai sektor," tegas Fransiskus.
Sementara itu, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Kupang, Valentinus K. Masan, turut mengungkapkan apresiasinya atas komitmen advokat Katolik yang membangun fondasi LBH Caritas NTT.
"Lembaga ini adalah wujud nyata keterlibatan kader Katolik di tengah masyarakat. Kami berharap LBH Caritas NTT bisa bergerak luas, menjangkau seluruh NTT," kata Vallo, sapaan akrabnya.
Semangat kolaboratif dan inklusif juga ditegaskan Vallo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kebaikan bersama (Bonum Commune) tanpa memandang perbedaan.
Pada kesempatan terpisah, Pembina LBH Caritas NTT, Leo Lata Open, menegaskan pentingnya kerja nyata dan pelayanan tulus dalam setiap langkah organisasi.
"Kita harus hadir dengan tindakan nyata, mengawal mereka yang membutuhkan pendampingan hukum hingga tuntas, dengan kekuatan penuh LBH Caritas NTT," ujar Leo, seraya mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat kebersamaan dalam perjuangan ini.
LBH Caritas NTT kini telah mendapatkan legitimasi hukum melalui Keputusan Menteri Hukum RI No. AHU-0002388.AH.01.07.Tahun 2025 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Caritas NTT, dan siap menjawab kebutuhan layanan bantuan hukum bagi masyarakat di seluruh wilayah NTT.

Komentar