Temanmu Nanti di Dalam Kubur
ASKARA - Dalam gelapnya liang kubur, di saat jasad ditinggal semua orang, di kala keluarga, harta, jabatan, dan kekuasaan tak lagi berarti—ada satu yang akan tetap tinggal. Satu yang akan menemanimu. Satu yang akan bersamamu dalam sunyi dan sepi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menggambarkan kondisi penghuni kubur yang beriman:
وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ حَسَنُ الْوَجْهِ، حَسَنُ الثِّيَابِ، طَيِّبُ الرِّيحِ، فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُرُّكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ لَهُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيءُ بِالْخَيْرِ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الصَّالِحُ. فَيَقُولُ: رَبِّ أَقِمِ السَّاعَةَ حَتَّى أَرْجِعَ إِلَى أَهْلِي وَمَالِي.
(HR. Ahmad)
Artinya:
“Lalu datanglah kepadanya seorang laki-laki yang wajahnya indah, pakaiannya bagus, dan amat wangi. Ia berkata, 'Bergembiralah dengan sesuatu yang menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dijanjikan untukmu.’
Mayit itu pun berkata, 'Siapa kamu? Wajahmu membawa kebaikan.’
Laki-laki itu menjawab, 'Aku adalah amalmu yang sholeh.’
Maka ia pun berkata, *'Wahai Rabb-ku, tegakkanlah hari kiamat agar aku bisa kembali kepada keluargaku dan hartaku.’”
Inilah sahabat sejati itu. Amal sholeh. Dialah yang akan menjelma dalam bentuk indah, wajah berseri, pakaian bersih, dan aroma harum mewangi—untuk menenangkanmu, meneguhkanmu, dan menyambutmu dalam kesendirianmu.
Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata dalam kitabnya Lathāiful Ma’ārif hal. 99:
صاحِبْ مَن تُصاحِب، فواللهِ الذي على العرشِ استوى، لن يُصاحِبَكَ في قبرِكَ إلا صاحِبٌ واحد، ألا وهو عملُكَ الصالِح، فأحسِنْ صُحبَتَه، يُحسِنْ صُحبَتَكَ في قبرِكَ.
Artinya:
“Temanilah yang akan menemanimu. Demi Allah yang beristiwa di atas ‘Arsy, tidak ada yang akan menemanimu di kubur kecuali satu teman saja, yaitu amal sholehmu. Maka perbaikilah persahabatanmu dengannya, niscaya ia akan menjadi sahabat terbaikmu dalam kuburmu.”
Begitu banyak teman di dunia, namun hanya satu yang akan bertahan ketika semua pergi: amal sholeh. Dialah yang akan menanti dan menyapamu di ruang sempit tanah pekat itu. Jika ia baik, maka bersyukurlah. Jika ia buruk, maka bersiaplah untuk nestapa.
AL-QUR’AN MENEGASKAN: TIADA YANG ABADI KECUALI AMAL
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ. وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (di akhirat)."
(QS. An-Najm: 39-40)
Apa yang kita cari, kumpulkan, dan kejar di dunia ini akan musnah. Tapi amal sholeh, sekecil apa pun itu, akan kembali kepada kita—baik dalam bentuk pahala, maupun dalam bentuk wujud yang akan menemani kita saat semua makhluk melupakan.
NABI MENGAJARKAN: BAWA TIGA, TAPI TINGGAL SATU
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ، وَيَبْقَى وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Artinya:
“Mayit itu diikuti oleh tiga hal: keluarganya, hartanya, dan amalnya. Dua darinya akan kembali dan satu tinggal bersamanya: keluarganya dan hartanya akan pulang, sedangkan amalnya akan tetap bersamanya.”
Betapa indahnya jika yang tinggal bersamamu adalah amal sholeh. Tapi betapa ngerinya jika yang menemanimu adalah amal buruk yang berwujud mengerikan dan menyesakkan.
PILIH TEMAN ABADIMU
Di dunia ini, kita bebas memilih teman. Tapi di alam kubur, kita tak bisa memilih lagi. Kita hanya akan ditemani oleh apa yang sudah kita siapkan. Maka temani amal sholehmu hari ini. Berbuatlah baik sebanyak mungkin. Ikhlaskan niatmu karena Allah. Tahan lisan, jaga pandangan, dermawanlah, tunaikan salat tepat waktu, hormati orang tua, baca Al-Qur’an, bantu orang susah, dan sabarlah dalam kebaikan.
Karena besok, amalmu akan berkata: “Aku adalah amalmu yang sholeh…”
Atau justru: “Aku adalah amal burukmu yang kini akan menyiksamu…”
Semoga kita termasuk orang-orang yang amal sholehnya menjadi sahabat setia yang menemani hingga ke surga. Aamiin. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar