Situr Wijaya Ditemukan Tewas Tak Wajar di Hotel Jakarta
Keluarga Duga Ada Unsur Pembunuhan
ASKARA – Duka menyelimuti dunia pers Sulawesi Tengah. Situr Wijaya (33), editor sekaligus pemimpin redaksi portal berita Insulteng.id, ditemukan meninggal dunia secara tragis di sebuah kamar Hotel D'Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam (4/4).
Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga dan rekan-rekan seprofesi. Yang lebih memprihatinkan, keluarga menilai kematian Situr tidak wajar. Oktoberius, salah satu pihak keluarga, menyatakan bahwa terdapat sejumlah luka mencurigakan pada tubuh almarhum.
"Dari foto jenazah yang kami terima, terlihat darah keluar dari hidung dan mulut. Wajahnya penuh memar, begitu juga di bagian tubuh lain. Dan yang paling mengkhawatirkan, ada luka sayatan di bagian belakang leher," kata Oktoberius, dalam keterangan yang dikutip Minggu (6/4).
Karena itu, pihak keluarga menduga kuat bahwa Situr bukan meninggal karena sebab alami, melainkan menjadi korban pembunuhan. “Ada dugaan korban telah dihilangkan nyawanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Oktoberius menjelaskan bahwa pihak keluarga pertama kali mengetahui kabar duka ini dari Rumah Sakit Duta Indah, Jakarta Utara. Namun, rumah sakit sendiri hanya menerima informasi dari sopir ambulans yang mengantar jenazah. “Kami sayangkan pihak hotel tidak memberitahukan hal ini secara langsung ke keluarga,” ujarnya.
Situr Wijaya selama ini dikenal sebagai jurnalis yang kritis dan berani. Ia memimpin Insulteng.id, sebuah portal berita lokal yang sering mengangkat isu-isu sensitif terkait pemerintahan, hukum, dan kebijakan publik di Sulawesi Tengah.
Dalam catatan keanggotaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Situr juga tercatat sebagai wartawan dari media Harian Mercusuar, dengan jenjang Muda dan memiliki sertifikat kompetensi wartawan bernomor 12960-PWI/WDa/DP/III/2018/01/08/92.
Kabar kematiannya yang misterius ini pun menyita perhatian kalangan jurnalis. Sejumlah organisasi pers mulai mendesak aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan terhadap kasus ini.
“Kami mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai ada dugaan pembungkaman terhadap insan pers yang menjalankan tugas jurnalistiknya,” ujar seorang pengurus PWI Sulawesi Tengah.
Jenazah Situr akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Tengah untuk dimakamkan. Sementara itu, pihak keluarga masih menanti kejelasan hukum dan keadilan atas peristiwa tragis ini.

Komentar