Jumat, 19 Juni 2026 | 17:56
COMMUNITY

Kesempatan Hidup: Anugerah yang Tak Boleh Disia-siakan

Kesempatan Hidup: Anugerah yang Tak Boleh Disia-siakan
Ilustrasi

ASKARA - Setiap pagi, kita membuka mata, menarik napas pertama setelah tidur, dan merasakan hangatnya kehidupan yang masih menyertai kita. Namun, sadarkah kita bahwa ada banyak jiwa yang tidak mendapatkan kesempatan itu? Ada yang tidur malam ini, namun tidak pernah bangun kembali. Ada yang menutup mata dengan rencana esok hari, tetapi takdir berkata lain. Kehidupan ini bukan tentang keberuntungan, tetapi tentang kesempatan yang masih diberikan oleh Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir."
(QS. Az-Zumar: 42)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap kali kita bangun dari tidur, sesungguhnya kita telah diberi kesempatan baru oleh Allah. Kita bukanlah orang yang lebih istimewa dari mereka yang telah dipanggil kembali. Hanya saja, Allah masih memberi kita waktu untuk memperbaiki diri, beramal shalih, dan menyiapkan bekal untuk kehidupan yang lebih abadi.

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur atas kesempatan hidup yang masih diberikan. Ketika bangun tidur, beliau mengajarkan doa yang penuh makna:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami kembali."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa ini mengingatkan kita bahwa tidur adalah saudara kematian, dan bangun kembali di pagi hari adalah tanda bahwa Allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri.

Maka, apa yang seharusnya kita lakukan?
Jangan biarkan hari yang Allah berikan berlalu sia-sia. Jangan menunda kebaikan karena kita tidak pernah tahu apakah masih ada esok hari. Jadikan setiap pagi sebagai awal baru untuk lebih dekat kepada-Nya, lebih banyak bersedekah, lebih giat beribadah, dan lebih tulus dalam berbuat baik kepada sesama.

Rasulullah ﷺ bersabda:
اغتنم خمسًا قبل خمسٍ: حياتَك قبل موتِك، وصحتَك قبلَ سقمِك، وفراغَك قبلَ شغلِك، وشبابَك قبلَ هرمِك، وغناك قبلَ فقرِك
"Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: (1) hidupmu sebelum matimu, (2) sehatmu sebelum sakitmu, (3) waktu luangmu sebelum sibukmu, (4) masa mudamu sebelum tuamu, dan (5) kayamu sebelum miskinmu."
(HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Jangan sampai waktu yang diberikan kepada kita menjadi sia-sia tanpa amal shalih. Jadikan setiap pagi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, karena kita tidak tahu kapan akan datang pagi yang terakhir bagi kita.

اللهم اجعلنا من الشاكرين لنعمك، العاملين بطاعتك، المستغفرين من ذنوبنا، واجعل لنا في كل يوم بركةً ورحمةً ومغفرةً.

"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu, yang beramal dengan ketaatan kepada-Mu, yang selalu memohon ampun atas dosa-dosa kami, dan berikanlah keberkahan, rahmat, serta ampunan dalam setiap hari yang Engkau berikan kepada kami."Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (Dwi Taufan Hidayat)

Komentar