Minggu, 07 Juni 2026 | 10:34
LIFESTYLE

RSU Syubbanul Wathon Gelar Media Gathering Bahas Diabetes dan Puasa

RSU Syubbanul Wathon Gelar Media Gathering Bahas Diabetes dan Puasa
RSU Syubbanul Wathon gelar media gathering bahas diabetes dan puasa (Dok RSUSW)

ASKARA – RSU Syubbanul Wathon mengadakan Media Gathering bertema "Diabetes dan Puasa: Tips Sehat dan Aman", Rabu (19/3). Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang menjaga kesehatan selama berpuasa, khususnya bagi penderita diabetes.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Adrianus Tyasmono, SpPD, menjelaskan bahwa diabetes melitus terbagi menjadi dua jenis, yaitu DM tipe 1 yang umumnya dialami anak-anak akibat kelainan bawaan, serta DM tipe 2 yang lebih sering terjadi pada orang dewasa karena resistensi insulin. Ia juga menyoroti gejala umum diabetes, seperti 3P (poliphagia/banyak makan, polidypsia/banyak minum, poliuri/banyak buang air kecil) serta penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.

Menurut dr. Adrianus, puasa dapat membantu mengendalikan kadar gula darah jika dilakukan dengan pola makan yang tepat dan konsumsi obat antidiabetes yang sesuai. Ia merekomendasikan makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti nasi yang telah didinginkan serta buah-buahan berserat tinggi, seperti pepaya, apel, pir, dan alpukat. Selain itu, olahraga yang disesuaikan juga penting agar tidak mengganggu ibadah puasa.

“Penderita diabetes perlu memantau kadar gula darahnya. Jika mengalami gejala seperti berkeringat dingin, lemas, dan pusing saat puasa, segera cari pertolongan medis,” ujarnya.

Sementara itu, Hospital Director RSU Syubbanul Wathon, dr. Muhammad Iqbal Gentur Bismono, M.Sc, MBA, menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan terbaik bagi pasien diabetes di Magelang.

“Kami menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif dengan tenaga medis profesional dan fasilitas lengkap untuk memastikan pasien mendapat perawatan yang cepat dan tepat,” katanya.

Acara ini menjadi bagian dari upaya RSU Syubbanul Wathon dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan diabetes, terutama di bulan Ramadan.

 

 

Komentar