Senin, 08 Juni 2026 | 00:04
COMMUNITY

Pesan Ramadhan Prof Rokhmin Dahuri: Mari Menjadi Bagian dari Ibadurrahman

Pesan Ramadhan Prof Rokhmin Dahuri: Mari Menjadi Bagian dari Ibadurrahman
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS

ASKARA - Ramadhan adalah momen terbaik untuk belajar menjadi Ibadurrahman. Dengan memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, bersikap rendah hati, dan berbagi kepada sesama, kita bisa mengikuti jejak hamba-hamba pilihan Allah ini. 

Tahukah kamu siapa itu Ibadurrahman ? 

Menurut Anggota DPR RI 2024-2029, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS, Ibadurrahman adalah hamba-hamba Allah yang istimewa. Mereka adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan kasih sayang Allah SWT, karena hidup mereka penuh dengan ketakwaan dan ketaatan kepada Sang Maha Pengasih.

"Mereka itu hamba-hamba Allah yang special! Hamba hamba Allah yang Maha Pengasih. Salah satu ciri mereka adalah, ketika menginfakkan harta mereka tidak berlebihan, tidak pula kikir. Tetapi berada diantara keduanya, secara wajar," ujar Prof Rokhmin Dahuri dalam tausiyahnya, Selasa (11)3).

Salah satu ciri dari Ibadurrahman disebutkan dalam Al-Qur'an, Surat Al-Furqan ayat 67: "Dan termasuk hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih (Ibadurrahman) adalah orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, tetapi berada di antara keduanya secara wajar."

Artinya, mereka mampu menjaga keseimbangan dalam menginfakkan harta, tidak hidup boros, tetapi juga tidak pelit. Prinsip ini menjadikan mereka pribadi yang adil, dermawan, dan bijaksana dalam mengelola rezeki.

Ciri-Ciri Utama Ibadurrahman

Namun, lanjutnya, itu hanya satu dari sekian banyak ciri-ciri mulia yang dimiliki oleh Ibadurrahman. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menggambarkan Ibadurrahman dalam Surat Al-Furqan ayat 63-74 menyebutkan berbagai sifat yang menonjol pada mereka. 

Mereka adalah orang-orang yang rendah hati, tidak sombong dan selalu menjaga kesopanan dalam segala hal. Mereka juga menghabiskan malam untuk beribadah, tidak hanya tidur, tetapi berdoa, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah.

"Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam Surat Al Furqon ayat 63 - 74 beberapa ciri lainnya. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan menghabiskan malam untuk beribadah kepada Allah SWT," terang Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu.

Ayat-ayat ini memberikan penjelasan tentang sifat-sifat hamba Allah yang patut dicontohkan oleh setiap Muslim, di antaranya:

1. Humble dan Tidak Sombong

Ibadurrahman adalah orang-orang yang tetap rendah hati meski dalam keadaan sukses atau berpengaruh, mereka tidak sombong dan tidak merasa lebih dari orang lain.

 "Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati..." (QS. Al-Furqan [25]: 63). 

2. Mencari Keridhaan Allah, Bukan Dunia 

Salah satu ciri utama dari Ibadurrahman adalah menjaga shalat mereka dengan baik. Mereka selalu mengerjakan shalat tepat pada waktunya dan khusyuk dalam ibadahnya.
 
Mereka senantiasa mencari keridhaan Allah SWT dengan segala aktivitas yang mereka lakukan. Semua yang mereka lakukan dimaksudkan untuk mendekatkan diri pada-Nya, bukan untuk mendapatkan pujian atau popularitas.

"Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri" (QS. Al-Furqan [25]: 64).

3. Mampu Menahan Amarah

Mereka tidak mudah tersinggung dan tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ibadurrahman adalah orang-orang yang mampu menahan amarah mereka. "Dan apabila mereka dibuli atau dihadapkan dengan kebodohan, mereka berkata, 'Salam' (QS. Al-Furqan [25]: 65).

4. Meminta Perlindungan dari Siksaan Api Neraka 

Ibadurrahman juga selalu memohon kepada Allah agar dijauhkan dari siksaan api neraka, menunjukkan betapa besar kesadaran mereka akan pentingnya akhirat dan kehidupan yang hakiki.

"Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.” (QS. Al-Furqan [25]: 66).

5. Tidak Berlebih-lebihan Dalam Berinfak

Sifat berikutnya adalah tidak berlebih-lebihan dalam berinfak. Dan di antara sifat hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang apabila menginfakkan harta, mereka tidak berlebihan dengan menghambur-hamburkannya karena perilaku seperti inilah yang dikehendaki setan, dan tidak pula kikir yang menyebabkan dibenci oleh masyarakat. 

Mereka berinfak di antara keduanya secara wajar. Inilah agama yang pertengahan, moderat, dan seimbang antara kepentingan individu dan masyarakat. 

"Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya (QS. Al-Furqan [25]: 67).

6. Bertawakal dan Berdoa

Mereka selalu berdoa kepada Allah dengan penuh keyakinan dan tawakal, meminta pertolongan-Nya dalam segala hal, terutama dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak melakukan dosa-dosa besar akan mendapatkan balasan yang baik, sedangkan orang yang melakukan dosa-dosa besar akan mendapatkan balasan yang buruk. 

"Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat" (QS. Al-Furqan [25]: 68).

"Baginya akan dilipatgandakan azab pada hari Kiamat dan dia kekal dengan azab itu dalam kehinaan (QS. Al-Furqan [25]: 69).

7. Mengerjakan Kebajikan 

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengampuni dosa-dosa orang-orang yang bertobat, beriman, dan beramal saleh. Allah mengganti kejahatan mereka dengan kebaikan.

"Kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang" (QS. Al-Furqan [25]: 70).

"Dan barangsiapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya" (QS. Al-Furqan [25]: 71).

8. Mereka Menjaga Amanah 

Kejujuran dan menjaga janji adalah karakter mereka. Mereka menjaga amanah dan menghindari kesaksian palsu.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu dan tidak menghadiri tempat-tempat kebatilan, mereka menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia.

"Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya" (QS. Al-Furqan [25]: 72).

"Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta" (QS. Al-Furqan [25]: 73).

9. Mendoakan Keluarga yang Saleh 

Mereka memohon kepada Allah agar diberikan keluarga yang menjadi penyejuk hati dan teladan bagi orang-orang bertakwa.

"Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-Furqan [25]: 74).

Balasan untuk Ibadurrahman

Sebagai balasan atas ketakwaan dan kualitas pribadi mereka dan amal mereka, Allah SWT memberikan balasan yang begitu indah. Ibadurrahman dijamin akan hidup bahagia di dunia dan menjadi penghuni Surga di akhirat.  "Surga adalah tujuan akhir para Ibadurrahman," tegasnya.

Bayangkan, berada di tempat tertinggi di sisi Allah yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan abadi.

Kehidupan yang penuh berkah, damai, dan penuh rasa syukur akan mereka nikmati. Bahkan, saat perjalanan hidup mereka berakhir, surga yang penuh kenikmatan menanti dengan segala keindahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

"Kehidupan para Ibadurrahman adalah cerminan pengabdian dan kedekatan dengan Allah. Siapa pun bisa menjadi bagian dari mereka dengan mengikuti ajaran ini," ungkap Prof. Rokhmin Dahuri.

Prof. Rokhmin Dahuri mengajak kita semua untuk meneladani Ibadurrahman, menjadi pribadi yang tidak hanya sekadar menjalankan ibadah, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai mulia dalam setiap aspek kehidupan. Mari 

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita terus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri kita, belajar untuk lebih rendah hati, lebih dermawan, lebih dekat dengan Allah, dan lebih menjaga kualitas diri kita. 

Jadilah Ibadurrahman yang tidak hanya beribadah dengan tekun, tetapi juga memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan kita. Dengan menjadi Ibadurrahman, kita berusaha untuk menapaki jalan menuju surga yang abadi.

"Yuk, kita jadikan momen Ramadhan ini sebagai titik awal untuk menjadi salah satu dari mereka. Wallahu a'lam bishawab," tutup Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2001-2004) itu penuh harap.

Komentar