Kumpul yang Tak Kunjung Kumpul
ASKARA - Agnes menghela napas panjang. Sudah berulang kali ia mengajak teman-temannya kumpul, tapi yang didapat hanya jawaban yang tak membantu.
"Ayolah, kumpul!" serunya di grup chat.
"Ayo!" sahut Lia, penuh semangat.
"Gua mah ngikut aja," jawab Cien santai.
"Atur aja tanggal sama tempatnya," tambah Deni, seakan menyerahkan takdir pertemuan ke tangan Agnes.
Agnes mulai frustasi. "Oke, mau di mana nih?" tanyanya lagi.
"Di mana kek," balas Lia asal.
"Terserah kalian, gua mah ngikut aja," ulang Cien, seolah sudah diprogram untuk menjawab itu.
"Gampang, gua mah tinggal dateng," ujar Deni, membuat Agnes makin gregetan.
"Kalian maunya di mana?" Agnes mencoba bertahan.
"Tanya si Cien sama si Deni noh, gua mah ngikut aja," kata Lia, menyodorkan masalah ke dua orang anggota KMK IISIP.
Cien dengan santainya mengetik, "Gua juga gampang, tinggal dateng."
Deni pun tak mau kalah, "Terserah kalian, enaknya di mana."
Agnes hampir membanting ponselnya. "JADI, DI MANA NIH?!"
Lalu, datanglah Immel si penyelamat, "Di mana saja, okelah!"
Dan akhirnya… mereka tak pernah menentukan tempat, hingga akhirnya… PASKAH PUN DATANG.
Kumpul? Masih wacana.
woalah.......! Aseeem tenan....!

Komentar