Selasa, 21 Juli 2026 | 18:46
NEWS

Kebakaran Hutan di Pulau Rempang, Dua Pelanduk Mati

Kebakaran Hutan di Pulau Rempang, Dua Pelanduk Mati
Kebakaran hutan di Pulau Rempang (Dok MEG)

ASKARA – Kebakaran hutan kembali melanda Pulau Rempang pada Selasa (25/02) sore, menghanguskan sekitar 1,4 hektare lahan di kawasan Taman Buru Pulau Rempang. Insiden ini juga menyebabkan dua ekor pelanduk, satwa endemik yang dilindungi, mati akibat terjebak dalam kobaran api.

Kebakaran pertama kali terdeteksi oleh tim patroli Balai Besar KSDA Riau (BBKSDA Riau) yang bekerja sama dengan PT Mega Surya Artha Sentosa (PT MSAS), mitra konservasi dari PT Makmur Elok Graha. Api cepat menjalar, menimbulkan kepulan asap tebal di kawasan hutan.

Tim BBKSDA Riau, bersama Manggala Agni Daops Batam, Pemadam Pemko Batam, serta tim konservasi dari PT MSAS, segera dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Setelah upaya pemadaman intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan.

“Begitu kami mendeteksi asap dan titik api, tim langsung bergerak. Berkat koordinasi cepat, kebakaran berhasil diatasi sebelum meluas,” ujar Tommy Sinambela, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Batam, BBKSDA Riau.

Sementara itu, Daniel Parlindungan dari PT MSAS menyatakan pihaknya terus bekerja sama dengan tim pemadam untuk memastikan tidak ada titik api baru.

Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam investigasi oleh BBKSDA Riau dan Polsek Galang. “Kami belum bisa memastikan penyebabnya, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Tommy.

Ditemukannya dua pelanduk yang mati terbakar menambah kekhawatiran, mengingat populasi satwa ini sudah terancam di Pulau Rempang. “Ini pukulan berat bagi konservasi. Kami akan terus berupaya melindungi habitat mereka,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, tim gabungan akan meningkatkan patroli, sosialisasi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan. “Kami terus mengingatkan bahwa pembakaran hutan, baik disengaja maupun tidak, bisa berujung ancaman pidana,” tegas Daniel.

Kebakaran ini menjadi yang ketiga dalam satu tahun terakhir di kawasan tersebut, menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap upaya mitigasi dan pencegahan di Pulau Rempang.

 

 

Komentar