Selasa, 21 Juli 2026 | 22:31
NEWS

Jurnalis Metro TV Korban Ledakan Kapal Basarnas Ditemukan Meninggal, Dievakuasi TNI AL

Jurnalis Metro TV Korban Ledakan Kapal Basarnas Ditemukan Meninggal, Dievakuasi TNI AL
Jurnalis Metro TV dievakuasi TNI AL (Dok Dispenal)

ASKARA – Tim SAR dari TNI Angkatan Laut melalui KRI Mata Bongsang-873 mengevakuasi jenazah jurnalis Metro TV, Sahril Helmi, yang ditemukan nelayan dalam keadaan meninggal dunia. Helmi menjadi korban kecelakaan laut setelah kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 04 milik Basarnas meledak saat menjalankan misi penyelamatan di Perairan Pelabuhan Gita, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, pada Minggu, 2 Februari 2025.

Evakuasi dilakukan setelah KRI Mata Bongsang-873 bergerak dari Pelabuhan Umum Ahmad Yani Ternate menuju area pencarian dengan membawa personel SAR, Basarnas, BNPB, serta awak media. Kapal tersebut juga menjemput keluarga korban sebelum bergabung dalam pencarian.

Setelah melakukan penyisiran, tim SAR berkoordinasi dengan nelayan sekitar hingga akhirnya menerima laporan bahwa jenazah ditemukan di sekitar Perairan Pulau Sebatang. Jenazah kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Babang dan dibawa ke RSUD setempat untuk visum sebelum diantar ke Halmahera Selatan untuk proses pemakaman.

Ayah korban, Helmi, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian dan evakuasi putranya.

"Kami atas nama keluarga Helmi dan keluarga Abdurahman berterima kasih kepada jurnalis seluruh Indonesia, terutama keluarga besar Basarnas, BPBD, TNI AL, dan semua pihak yang ikut terlibat," ujar Helmi melalui kanal YouTube Metro TV.

Insiden tragis ini terjadi saat kapal RIB 04 Basarnas yang tengah mengevakuasi kapal nelayan mati mesin di Perairan Gita mengalami ledakan. Dari 11 orang di kapal, tujuh selamat, tiga meninggal dunia, dan satu orang hilang, yakni Sahril Helmi, yang akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

TNI AL menegaskan komitmennya dalam operasi SAR dan penyelamatan sebagai bagian dari tugas kemanusiaan. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespons setiap kejadian darurat di laut.

 

 

Komentar