Hadapi Quarter-Life Crisis, IMPRUV dan FTBS Gelar Workshop Self-Improvement
Oleh: Noor Latifah Adzhari
Mahasiswa IPB
ASKARA – Quarter-Life Crisis (QLC) menjadi salah satu tantangan besar yang kerap dihadapi anak muda usia 20-30 tahun. Kebingungan menentukan arah karier, ketidakpastian dalam hubungan, hingga pencarian identitas diri sering kali menimbulkan kecemasan yang berdampak pada kesehatan mental. Menyadari pentingnya dukungan dalam menghadapi fase ini, IMPRUV bekerja sama dengan Fill the BlankSpace (FTBS) menggelar workshop bertajuk “New Year, New Me: Siap Hadapi QLC dengan Asesmen Psikologis & Journaling” pada Sabtu, 25 Januari 2025, di Cecemuwe Cafe and Space, Jakarta Selatan.
Workshop ini menghadirkan kombinasi seminar psikologi dan sesi journaling yang bertujuan membantu peserta mengenali diri lebih dalam, memahami dampak QLC, serta membangun strategi efektif untuk menghadapinya. Dalam sesi seminar, seorang psikolog berpengalaman
Odilia Angeline Jofan Wijaya, M.Psi., memberikan wawasan mengenai faktor-faktor pemicu QLC serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Sementara itu, sesi journaling membimbing peserta dalam menuangkan pemikiran mereka secara terstruktur, guna menemukan kejelasan dalam menentukan langkah hidup selanjutnya.
Quarter-Life Crisis: Antara Tantangan dan Peluang
Quarter-Life Crisis merupakan fenomena yang semakin banyak dialami oleh generasi muda di era modern. Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya tekanan sosial, banyak individu merasa terjebak dalam ekspektasi yang tinggi tanpa memiliki arah yang jelas. Kebingungan dalam menentukan karier, perasaan tidak cukup baik dibandingkan orang lain, hingga ketidakpastian dalam membangun relasi sering kali menjadi pemicu stres berkepanjangan.
Psikolog yang menjadi narasumber dalam workshop ini membahas bagaimana fenomena QLC dapat memengaruhi pola pikir, kesehatan mental, serta pengambilan keputusan seseorang. Selain itu, peserta juga akan dibantu dalam melakukan asesmen psikologis untuk memahami nilai-nilai yang mereka miliki dan bagaimana hal tersebut dapat digunakan sebagai panduan dalam menjalani hidup dengan lebih seimbang.
Journaling sebagai Metode Refleksi Diri
Salah satu metode yang diperkenalkan dalam workshop ini adalah journaling. Teknik ini terbukti efektif dalam membantu seseorang memahami emosi mereka, mengurangi stres, serta menyusun rencana hidup yang lebih jelas. Dengan menuliskan pikiran dan perasaan secara terstruktur, individu dapat mengidentifikasi pola pikir yang mungkin menghambat mereka dalam berkembang, sekaligus menemukan solusi yang lebih baik.
Sesi journaling ini dipandu oleh fasilitator dari FTBS yang memiliki pengalaman dalam bidang pengembangan diri. Peserta diajak untuk mencoba berbagai teknik journaling yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari refleksi diri hingga perencanaan masa depan.
Membuka Ruang untuk Bertumbuh
Workshop ini dirancang sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi peserta untuk berbagi pengalaman serta menemukan inspirasi dari sesama individu yang sedang menghadapi tantangan serupa. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta diharapkan dapat menggali potensi diri dan menyusun langkah-langkah yang lebih terarah dalam menjalani hidup.
Melalui kolaborasi ini, IMPRUV dan FTBS berharap dapat memberikan dampak positif bagi anak muda yang tengah mencari arah hidup mereka. Informasi lebih lanjut mengenai acara ini dapat diperoleh melalui media sosial IMPRUV dan FTBS.

Komentar