Mengenal Syahadat dalam Gereja Katolik, Makna dan Sejarahnya
ASKARA - Syahadat Para Rasul merupakan salah satu rumusan iman yang digunakan dalam Gereja Katolik dan berbagai denominasi Kristen lainnya. Syahadat ini dipercaya berasal dari ajaran para rasul Yesus Kristus dan menjadi dasar kepercayaan umat Katolik dalam menjalani kehidupan beriman.
Syahadat Para Rasul atau Apostles’ Creed memiliki akar dalam tradisi awal Kekristenan. Meskipun tidak secara langsung ditulis oleh para rasul, syahadat ini berkembang dari pengajaran mereka dan dirumuskan dalam bentuk yang kita kenal sekarang sekitar abad ke-4. Syahadat ini sering digunakan dalam baptisan, doa harian, dan liturgi Katolik sebagai pernyataan iman.
Syahadat ini berisi pernyataan kepercayaan kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia:
"Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga, duduk di sisi kanan Allah Bapa yang Mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal. Amin."
Dalam Gereja Katolik, syahadat ini memiliki peran penting dalam membimbing umat dalam iman dan doa. Syahadat ini mengajarkan inti kepercayaan Kristen serta memperkuat hubungan umat dengan Allah.
Syahadat Para Rasul juga menjadi pengingat bagi umat Katolik akan janji baptisan mereka serta kesatuan dalam Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. Dalam perayaan Ekaristi dan doa harian, syahadat ini sering diucapkan sebagai bentuk pernyataan iman yang teguh.
Sebagai bagian dari warisan iman Kristen, Syahadat Para Rasul terus dijaga dan dihayati oleh umat Katolik di seluruh dunia, menjadi dasar bagi kehidupan rohani mereka dalam menjalani ajaran Kristus.

Komentar