Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14
COMMUNITY

Banser Ansor: Tradisi Jaga Toleransi dan Keselamatan Natal di Indonesia

Banser Ansor: Tradisi Jaga Toleransi dan Keselamatan Natal di Indonesia
Banser NU (Dok Banser)

ASKARA - Membantu aparat keamanan dalam menjaga gereja selama umat Kristiani menjalankan ibadah Natal telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Setiap tahunnya, Banser di berbagai daerah bergerak memastikan perayaan Natal berjalan dengan lancar dan damai.

Atas dedikasi ini, Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Saya menghaturkan banyak terima kasih kepada saudara-saudaraku Banser Ansor yang tak pernah lelah merajut persaudaraan kebangsaan, merawat toleransi, dan kerja sama dalam keberagaman,” ujar Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI, Rm Agustinus Heri Wibowo, dalam kunjungan silaturahmi Organisasi Pemuda Lintas Iman di Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Rm Heri menambahkan, selain menjaga keamanan selama Natal, Banser Ansor juga aktif dalam kegiatan lintas agama lainnya, termasuk mendukung kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Komitmen ini, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Jakarta-Vatikan yang ditandatangani di Vatikan dan disaksikan langsung oleh Paus Fransiskus.

Pada 20 Desember 2024, para pimpinan organisasi pemuda lintas iman mengadakan kunjungan silaturahmi menjelang Natal di Gereja Kristen Jawa, Minomartani, Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketum GP Ansor Addin Jauharudin, Ketum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, dan tokoh lainnya dari organisasi lintas agama.

Ketum GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kunjungan silaturahmi menjelang Natal dan Tahun Baru telah menjadi tradisi Ansor. “Banser selalu dan akan terus membantu pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru di gereja-gereja seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Addin juga mengenang peristiwa tragis pada Natal tahun 2000, saat Riyanto, anggota Banser, gugur akibat ledakan bom saat menjaga Gereja Eben Haezer Mojokerto, Jawa Timur.

Riyanto, anggota Banser yang gugur pada malam Natal 24 Desember 2000, dikenang sebagai pahlawan yang menyelamatkan banyak nyawa. Ketika menemukan bom di depan gereja, ia membawa benda berbahaya tersebut menjauh sebelum bom itu meledak. Tindakan heroiknya mencegah korban jiwa dari jemaat yang sedang beribadah.

Kisah patriotisme Riyanto kembali dikenang dalam acara Riyanto Award yang diadakan pada peringatan haul Gus Dur di Kantor GP Ansor, 23 Desember 2024. “Riyanto adalah simbol keberanian dan pengorbanan demi kemanusiaan,” ujar Addin.

Nama Riyanto kini diabadikan sebagai nama jalan dan kisahnya menginspirasi karakter dalam film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo. Semangatnya terus hidup dalam setiap langkah Banser untuk menjaga keharmonisan dan toleransi di Indonesia. 

 

 

 

Komentar