Minggu, 05 Juli 2026 | 00:14
COMMUNITY

Dompet Dhuafa Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Aku Temanmu

Dompet Dhuafa Luncurkan Layanan Kesehatan Mental Aku Temanmu
Dompet Dhuafa (Dok Askara)

ASKARA – Dompet Dhuafa merespons maraknya kasus kesehatan mental yang mengkhawatirkan, khususnya pada generasi milenial dan Gen Z, dengan meluncurkan layanan kesehatan mental bertajuk Aku Temanmu. Layanan ini bertujuan membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan kesehatan mental melalui berbagai metode konsultasi.

Layanan ini resmi diluncurkan pada Rabu (18/12) dan dapat diakses melalui nomor hotline 0811-1617-101. Melalui tahapan awal berupa konsultasi via chat WhatsApp, layanan ini memungkinkan deteksi dini masalah mental. Selanjutnya, pengguna dapat melanjutkan konsultasi daring, tatap muka, atau mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan.

Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR), menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa telah lama berkontribusi dalam upaya kesehatan mental. “Kami menjalankan program konseling psikologi, kesehatan jiwa, hingga edukasi dan sosialisasi kesehatan mental. Bahkan, kami turut membantu pemulihan trauma akibat bencana,” ujar Ahmad dalam keterangan yang diterima, Sabtu (21/12).

Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, Imran Pambudi, memaparkan hasil survei kesehatan 2023 yang menunjukkan bahwa 2% penduduk usia remaja mengalami tingkat depresi tertinggi. “Salah satu pemicu utama adalah konflik dalam keluarga, yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman,” ungkap Imran. Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa ibu hamil karena gangguan jiwa selama kehamilan dapat berdampak pada perkembangan janin.

Imran menyarankan pendekatan preventif dan promotif, termasuk pengasuhan positif oleh orang tua dan pendidik, untuk membantu anak mengelola emosi dengan baik.

Pentingnya Nilai Kebaikan dan Peran Keluarga
Tri Swasono Hadi, seorang psikolog, menjelaskan bahwa kesehatan mental dipengaruhi oleh tiga komponen: pengalaman masa lalu, kondisi masa kini, dan harapan masa depan. “Nilai kebaikan adalah kunci dalam menjaga kesehatan mental,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan emosional dari keluarga dalam membangun mental positif pada anak.

Agama sebagai Pondasi Kesehatan Mental
Sementara itu, Fairuz A. Rafiq menggarisbawahi pentingnya agama sebagai landasan kesehatan mental. Ia juga mengingatkan pentingnya mendengarkan keluhan anak dan membatasi penggunaan gawai pada usia dini. “Saya memastikan anak-anak siap menggunakan gawai secara bijak,” kata Fairuz.

Harapan Masa Depan Kesehatan Mental
Parni Hadi, Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, mengajak masyarakat untuk membangun kesehatan jiwa sesuai semangat lirik lagu Indonesia Raya. “Mari kita bangun jiwanya sebelum badannya. Jangan lupa bahagia dan tersenyum bersama,” ujarnya.

Layanan Aku Temanmu diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi tantangan kesehatan mental di masyarakat, sekaligus memperkuat dukungan bagi generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup modern.

 

 

 

 

Komentar