Selasa, 21 Juli 2026 | 22:25
NEWS

Insiden di Sembulang Hulu

Makmur Elok Graha Serukan Kepastian Keamanan di Rempang

Makmur Elok Graha Serukan Kepastian Keamanan di Rempang
Korban kekerasan tidak sadarkan diri (Dok Askara)

ASKARA – Insiden serius terjadi di wilayah Sembulang Hulu pada 17 Desember 2024, sekitar pukul 19.00 WIB. Salah satu anggota Makmur Elok Graha (MEG) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok oknum hingga tidak sadarkan diri. Peristiwa ini menyoroti lemahnya jaminan keamanan bagi perusahaan dan pihak terkait di wilayah tersebut.

Insiden bermula ketika lima anggota MEG sedang melakukan patroli rutin di area itu. Mereka tiba-tiba dicegat oleh sekelompok orang yang membawa senjata tajam. Situasi mendesak tersebut memaksa anggota MEG untuk berpencar demi keselamatan. Namun, salah satu anggota tertahan dan menjadi korban pengeroyokan berat hingga tidak sadarkan diri.

Meskipun anggota Polri dan TNI setempat segera berada di lokasi, mereka menghadapi hambatan dalam menyelamatkan korban. Akses evakuasi korban tidak diberikan oleh kelompok pelaku. Akhirnya, korban berhasil dievakuasi oleh anggota MEG lainnya melalui upaya penyelamatan paksa pada pukul 00.00 WIB. Saat dievakuasi, korban dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RS Bunda Halimah untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi rekan kerja saya di lapangan. Dia tidak berdaya akibat tindakan penyekapan dan kekerasan hingga kini belum sadarkan diri,” ujar Angga, salah satu anggota tim lapangan MEG, Rabu (18/12).

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mendalam terhadap keamanan di wilayah tersebut, khususnya bagi pihak investor dan masyarakat yang memiliki aktivitas di area Rempang. MEG dengan tegas menyerukan pemerintah, terutama Aparat Penegak Hukum, untuk segera mengambil tindakan konkret sesuai koridor hukum demi memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan semua pihak di wilayah tersebut.

"Tindakan penyekapan yang terjadi merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat dibenarkan. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang boleh disekap, karena itu merupakan tindakan pidana. Kami, sebagai bagian dari MEG, akan mengambil langkah tegas dan mendorong pemerintah untuk mengusut tuntas kejadian ini," tegas Rio Sibarani, tim hukum MEG.

MEG juga menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencegah tindakan kekerasan serupa di masa mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan wilayah operasional sangatlah vital, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat luas.

 

 

Komentar