TNI AL Gelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus
ASKARA — Guna meningkatkan profesionalisme dan naluri tempur prajurit, TNI Angkatan Laut menggelar Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Sabtu (14/12). Latihan ini melibatkan tiga satuan elit TNI AL, yakni Detasemen Jalamangkara (Denjaka), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, turut hadir meninjau jalannya latihan bersama para pejabat tinggi TNI AL. Latihan mencakup berbagai skenario tempur seperti Pendaratan Khusus, Beach Clearing & Demolisi, Terjun Tempur, Rubber Duck, serta Fast Roping/Stabo.
Dalam simulasi, ancaman datang dari kelompok Foreign Terrorist Fighters (FTF) yang melakukan sabotase terhadap instalasi strategis, pelabuhan utama, dan jalur perdagangan laut di sekitar Dabo Singkep. Aksi ini dirancang untuk merusak perekonomian dan menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara menjaga kedaulatan. Menghadapi ancaman tersebut, TNI AL mengerahkan satuan elitnya untuk menghancurkan musuh dan memulihkan stabilitas keamanan.
Latihan ini didukung alutsista canggih, seperti Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jenis Landing Ship Tank (LST), Helikopter Panther dan Bell, pesawat Casa, Rigid-Hulled Inflatable Boat (RHIB), Kraka Jet Boat, serta puluhan perahu karet. Total lebih dari 500 personel dikerahkan, baik sebagai pelaku maupun pendukung.
Kasal menegaskan pentingnya profesionalisme prajurit dalam latihan gabungan ini. "Pasukan harus memiliki keterampilan dan profesionalitas tinggi sebagai Pasukan Khusus laut. Harapannya, dalam setiap operasi, kita dapat terus bersinergi," ujar Kasal kepada awak media.
Latihan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Latihan Operasi Laut Gabungan yang sebelumnya berlangsung di Perairan Karimunjawa, dengan menampilkan penembakan rudal Exocet MM40 B3 ke sasaran

Komentar