Selasa, 21 Juli 2026 | 23:06
NEWS

Injourney Siap Hadapi Arus Penumpang Yang Tinggi Selama Libur Nataru 2024 & 2025

Injourney Siap Hadapi Arus Penumpang Yang Tinggi Selama Libur Nataru 2024 & 2025
Foto bersama usai konferensi pers

ASKARA - Injourney Aviation Service (IAS) siap menghadapi arus penumpang yang tinggi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 & 2025. Dengan berbagai langkah persiapan yang telah dilakukan, InJourney berkomitmen untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang selama periode libur ini. 

Demikian disampaikan Direktur Keuangan/Manajemen Resiko Injourney, Yudi Darun pada konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dengan topik persiapan pelayanan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 & 2025, pada Jumat, 13 Desember 2024. 

"Langkah-langkah ini mencakup peningkatan kapasitas operasional, peningkatan layanan penumpang, dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diproyeksikan," ujarnya.

Diperkirakan ada kenaikan trafik penerbangan, dengan ⁠puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi pada 20 Desember 2024 dan puncak arus balik terjadi pada tanggal 4 Januari 2025.

Yudi Darun menjelaskan bahwa IAS Group telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi periode Nataru tahun 2024 - 2025, yang diproyeksikan meningkat 4,52 persen dibandingkan tahun lalu.

Langkah-langkah ini mencakup peningkatan kapasitas operasional, peningkatan layanan penumpang, serta peningkatan keamanan di bandara. "Dengan persiapan yang matang, IAS berharap dapat menghadapi arus penumpang yang tinggi dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang," ujarnya.

Yudi Darun menyampaikan kabar baik bahwa Injourney Aviation Service (IAS) telah mengalami peningkatan yang signifikan dari rata-rata. Beliau memproyeksikan peningkatan penumpang sekitar setengah hingga 5% dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Diperkirakan jumlah penumpang akan mencapai 2,2 juta, meningkat 23% dari sebelumnya yang berada di angka 1,8 juta," ungkapnya.

Menurutnya, salah satu kontributor  peningkatan ini memang berasal dari penumpang internasional. Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penumpang, terutama di Denpasar, dengan proyeksi penumpang internasional meningkat 25% menjadi 9800. Nilai rata-rata juga menunjukkan peningkatan.

Yudi Darun menjelaskan bahwa rencana ke depan adalah memastikan operasional berjalan dengan baik selama periode puncak, terutama dari 20 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025. Fokusnya adalah menjaga layanan selama 24 jam untuk mengakomodasi arus balik penumpang. "Seluruh bandara di bawah InJourney Airports akan beroperasi selama 24 jam selama 18 hari dari 19 Desember hingga 5 Januari 2025," ungkapnya.

Ia berharap, InJourney dengan operasional yang penuh selama 24 jam ini akan mendukung kelancaran persiapan bandara menyambut Natal dan tahun baru 2024/2025.

Di tempat yang sama, Direktur Utama IAS, Dendi T. Danianto menjelaskan, bahwa InJourney didirikan pada Oktober 2021 dan secara resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Januari 2022. InJourney memiliki misi untuk mengatasi berbagai tantangan di sektor pariwisata dan aviasi. Sejak awal, langkah transformasi perseroan tidaklah mudah, karena dimulai saat sektor pariwisata sedang terpuruk akibat pandemi.

InJourney tetap berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan keberlanjutan sektor pariwisata dan aviasi, meskipun menghadapi banyak tantangan. "Upaya ini mencakup berbagai inovasi dan program untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri ini," paparnya.

Melalui strategi yang menyeluruh dan melibatkan seluruh anak usaha, perusahaan perlahan berhasil mengatasi dampak pandemi serta mendorong pertumbuhan di berbagai bidang. Kini, InJourney berkembang menjadi 'tourism orchestrator' yang memainkan peran penting dalam membangun dan mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia.

Dendi T. Danianto menjelaskan bahwa perseroan telah sukses menyelenggarakan berbagai acara berskala internasional. Beberapa di antaranya adalah Aquabike Jetski World Championship dan F1Powerboat di Danau Toba, Porsche Sprint Challenge, Asia Road Race Championship, serta MotoGP di Mandalika. Selain itu, perusahaan ini juga berperan dalam penyelenggaraan KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo. 

"Prestasi ini menunjukkan komitmen IAS dalam mendukung dan menyelenggarakan acara internasional yang berdampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal," terang Dendi T. Danianto.

InJourney, katanya, memang telah melakukan transformasi besar pada beberapa destinasi wisata di Indonesia. Revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Sarinah telah menjadikan kedua lokasi ini sebagai ikon baru pariwisata yang menarik minat banyak orang. 

Selain itu, fokus pada Candi Borobudur dan Prambanan sebagai destinasi wisata spiritual juga menarik perhatian wisatawan yang mencari pengalaman unik dan mendalam.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen InJourney dalam mengembangkan sektor pariwisata dan aviasi, meskipun menghadapi tantangan besar. "Inovasi dan upaya revitalisasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan pengalaman wisatawan," tuturnya.

Sebagai bagian dari transformasi struktural pada tahun 2023, Dendi T. Danianto,  mengungkapkan bahwa perusahaan ini telah meluncurkan dua sub-holding baru di bidang aviasi dan kebandarudaraan, yaitu InJourney Airports dan InJourney Aviation Services. 

Penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports menjadikan perusahaan ini sebagai pengelola 37 bandara komersial di Indonesia, yang melayani lebih dari 170 juta penumpang setiap tahun. Dengan pencapaian ini, InJourney Airports menjadi operator bandara terbesar kelima di dunia.

"Transformasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan, serta memperkuat posisi Indonesia di sektor aviasi global," katanya.

Dendi T. Danianto menjelaskan bahwa InJourney juga terus mendukung pengembangan lima Destinasi Super Prioritas sesuai arahan pemerintah, sambil meningkatkan tata kelola dan komunikasi publik. 

"Tahun ini, InJourney menerima predikat 'informatif' dari Komisi Informasi dan mencapai kepatuhan penuh dalam pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yang merupakan pencapaian penting dalam transparansi perusahaan," sebutnya.

Komentar