Senin, 08 Juni 2026 | 02:56
OPINI

Dakwah berujung Kontroversi: Ketika Ilmu Tak Sejalan dengan Adab

Dakwah berujung Kontroversi: Ketika Ilmu Tak Sejalan dengan Adab
Gus Miftah dan penjual es teh (Dok Indira)

Oleh: Indira Anastasya

Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Lampung

ASKARA - Pendakwah kelahiran Jabung, Lampung Timur ini kini tengah menjadi perhatian public usai video dirinya mengeluarkan kata-kata kasar kepada seorang penjual es teh pada acara pengajian viral di media sosial. Pendakwah tersebut bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman yang kerap disapa Gus Miftah.

Pada video yang beredar, terlihat bahwa Gus Miftah mempermalukan seorang kakek penjual es teh ditengah ramainya jamaah hingga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, namun naas nya para jamaah dan rekan-rekan Gus Miftah sontak tertawa karena menganggap hal tersebut hanyalah lelucon semata. Beliau bahkan menyebut penjual es itu dengan kata “GOBLOK”. Sementara itu, kakek penjual es tampak terdiam sembari tersenyum masam dengan yang tengah menyunggi nampan dagangannya.

“Es teh mu masih banyak nggak? Masih? Yaudah dijual lah goblok,” ujar Gus Miftah.
 
Sontak, warganet yang melihatnya pun turut kecewa serta mengencam aksi Gus Miftah tersebut. Mereka mengatakan bahwa tidak sepantasnya seorang pemuka agama yang kini menjabat juga sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Republik Indonesia menunjukkan sikap yang tidak etis di depan para jamaah nya.  Tidak hanya berbentuk komentar, mereka juga turut membagikan meme bergambar seorang penjual es sebagai bentuk empati hingga mengeluarkan petisi agar diturunkannya dari jabatan tersebut.

Setelah kericuhan yang terjadi di media sosial, Gus Miftah pun mengucapkan permintaan maaf melalui video yang diunggahnya sebagai bentuk penyesalan dan mengatakan bahwa dirinya sudah ditegur langsung oleh Seskab Mayor Teddy yang meminta dirinya untuk berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Serta mengunjungi kediaman kakek penjual es di Desa Banyusari, Magelang. Dan mengatakan bahwa saat itu niatnya hanya candaan tapi malah disalahpresepsikan.

Tentu sikap Gus Miftah menjadi sorotan public, sesuai dengan hadist Nabis Muhammad SAW dan ajaran Al-Quran, pepatah arab berbunyi “Al Adabu Fauqol Ilmi” artinya “adab lebih tinggi daripada Ilmu”. Dapat ditafsirkan bahwa, meskipun banyak sekali orang yang mempunyai keilmuan yang luas, tetapi dengan keilmuannya itu terkadang manusia merasa dirinya paling benar dan paling pintar sehingga merendahkan orang lain. Padahal kunci dalam mendapatkan ilmu yang berkah yaitu menghormati seorang guru, karena ilmu akan lebih berbahaya jika pemiliknya tidak mempunyai abad. Abu Zakariyya Rahimahullah mengatakan: 

“Ilmu Tanpa Adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh”

Adab begitu penting dimiliki oleh setiap insan. Kita juga harus memperhatikan peran penting menanamkan abad dalam proses belajar, karena di era sekarang adab mulai memudar seiring perkembangan zaman. Banyak yang mengabaikan pentingnya adab dalam dunia pendidikan. Meskipun ilmu kita lebih tinggi namun jangan lah mendongakkan dagu mu dan bersikap sombong karena sesungguhnya apa yang kamu miliki saat ini hanyalah titipan Allah Swt.

Dari paparan di atas dapat disimpulkan, bahwa ilmu tanpa adab akan mengantarkan seorang muslim pada rapuhnya Islam itu sendiri. Seorang muslim tanpa adab akan mudah jatuh pada sikap fanatisme yang berlebihan. Wallahu a’lam bis shawab.

 

 

Komentar