Hana-Rawhiti Maipi-Clarke Pimpin Haka dan Sobek RUU, Viral di TikTok
ASKARA – Hana-Rawhiti Maipi-Clarke, anggota parlemen dari suku Maori, menjadi pusat perhatian setelah aksinya yang berani menolak rancangan undang-undang (RUU) kontroversial dalam sidang parlemen Selandia Baru. Ia tidak hanya menyuarakan penolakannya, tetapi juga memimpin tarian haka dengan melantunkan Ka Mate, Ka Mate sambil merobek dokumen RUU di depan rekan-rekannya.
Aksi tersebut terekam dalam video yang kini viral di TikTok. Dengan gestur penuh semangat dan ekspresi yang mencerminkan perlawanan, Hana-Rawhiti menyampaikan pesan tegas mengenai pandangan suku Maori terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil.
“RUU ini mengancam hak dan tanah masyarakat adat. Kami tidak akan tinggal diam!” tegas Maipi-Clarke sebelum memimpin tarian haka di ruang sidang, beberapa waktu lalu.
Tarian haka, yang melibatkan gerakan ritmis dan nyanyian energik, adalah simbol tradisi Maori yang kerap digunakan untuk menunjukkan keberanian, solidaritas, dan protes. Ka Mate, Ka Mate yang dibawakan Hana-Rawhiti awalnya diciptakan oleh Te Rauparaha, seorang pemimpin suku Maori, dan telah menjadi simbol budaya yang mendunia.
Video aksi dramatis ini memicu respons beragam di media sosial. Banyak yang memuji keberaniannya sebagai simbol perjuangan masyarakat adat. “Hana-Rawhiti adalah suara generasi baru Maori. Ini adalah momen bersejarah,” tulis salah satu pengguna TikTok.
Namun, beberapa pihak mengkritik aksinya sebagai tidak pantas dilakukan di parlemen. Meski demikian, dukungan publik terhadap Hana-Rawhiti terus mengalir, terutama dari masyarakat adat yang merasa terwakili oleh tindakannya.
Pengamat politik menilai aksi ini sebagai bentuk perlawanan simbolis yang kuat, sekaligus mengingatkan pemerintah Selandia Baru akan pentingnya menjaga keadilan bagi suku Maori.
Hana-Rawhiti Maipi-Clarke sendiri belum memberikan komentar lebih lanjut terkait dampak aksinya, namun aksi tersebut diyakini akan memicu diskusi lebih luas mengenai hak-hak masyarakat adat di negara tersebut.

Komentar