Rabu, 22 Juli 2026 | 03:43
NEWS

Siapa yang Berpotensi Menjadi Presiden Jika Prabowo Tidak Maju Lagi?

Bahlil Lahadalia Calon Kuat Wapres 2029

Siapa yang Berpotensi Menjadi Presiden Jika Prabowo Tidak Maju Lagi?
Bahlil Lahadalia (Dok Pribadi)

ASKARA – Ketua Umum Ikatan Sarjana Alwasliyah, Adheri Sitompul, menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai calon kuat Wakil Presiden pada Pemilu 2029. Bahkan, jika Presiden Prabowo Subianto tidak lagi mencalonkan diri, Bahlil berpotensi menjadi kandidat Presiden.

Menurut Adheri, saat ini semakin banyak tokoh muda potensial yang memiliki peluang besar menjadi pemimpin nasional. Ia juga menilai bahwa Presiden Prabowo seolah memberikan ruang dan kesempatan bagi para pemimpin muda untuk tampil, menjadi jembatan bagi masa depan politik Indonesia.

“Di era baru politik modern pasca-kemenangan Prabowo, geliat tokoh-tokoh muda mulai tampak. Pemilu 2029 akan menjadi panggung yang menarik bagi mereka. Prabowo tampaknya memberi ruang untuk itu,” ujar Adheri dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Selain Bahlil yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut-sebut memiliki peluang kuat. Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini membawa pengalaman sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, serta pengalaman di kabinet era Jokowi dan Prabowo.

“Selain itu, ada pula Gibran Rakabuming Raka yang kini menjadi Wakil Presiden. Gibran sudah menapaki jalur kepemimpinan nasional, namun bekal parpol perlu dipersiapkan lebih matang jika ingin maju sebagai presiden di masa depan,” tambah Adheri.

Adheri juga menyebut nama Puan Maharani sebagai sosok potensial. Sebagai pewaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjadi partai pemenang pemilu 2024, Puan memiliki bekal yang komprehensif, baik di legislatif maupun eksekutif.

Meski begitu, Adheri menilai Bahlil Lahadalia sebagai tokoh yang paling menarik di antara para tokoh muda. Ia menilai Bahlil memiliki kelebihan yang disukai oleh para pemimpin negara, seperti Presiden Jokowi dan Presiden Prabowo.

“Bahlil memiliki latar belakang dari kalangan rakyat biasa, anak dari Indonesia timur, namun mampu mencapai posisi politik yang penting. Ia memiliki elektabilitas dan elektoral yang tinggi, didukung oleh pengalaman sebagai pengusaha dan pejabat pemerintah,” jelas Adheri.

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil juga dianggap berhasil memberikan nuansa politik yang akomodatif dalam kepengurusan partai. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang mengedepankan politik inklusif.

“Saya yakin Bahlil memiliki peluang besar sebagai pemimpin nasional di masa depan. Sangat mungkin ia menjadi calon kuat Wakil Presiden di tahun 2029, atau bahkan calon Presiden jika Prabowo tidak lagi maju,” tutup Adheri Sitompul.

 

 

Komentar