Kamis, 04 Juni 2026 | 10:16
COMMUNITY

Pengalaman Tak Terlupakan ke Puncak Gunung Salak Bersama Elpala

Pengalaman Tak Terlupakan ke Puncak Gunung Salak Bersama Elpala
Pendakian ke Gunung Salak bersama Elpala SMA 68 Jakarta (Dok Herry)

ASKARA – Gunung Salak yang menjulang setinggi 2211 meter di atas permukaan laut (MDPL) menjadi saksi perjalanan penuh makna bagi anggota Elpala dari angkatan 38, 39, dan 40, terdiri dari Qeyra Nahzarin Putri Suria, Amanda Try Aini, Aditya Tristantio, Abi Yusup Gunawan, Febry Aditiya, Dafa Maheswara, Ahmad Farel, Muhammad Nabil, Fathiyyah Kamilah dan Muhammad Dzaki Sidik, bersama para alumni. Pendakian yang dipimpin oleh para alumni, termasuk Mas Bakti, Mas Taufan, Mba Mira, Mas Agus, Mas Zulkifli, Mas Asa, Mba Tarsis, dan Mas Heri Latu, membawa rombongan menggapai salah satu puncak terkenal di Jawa Barat.

Bagi Qeyra, salah satu pendaki pemula yang ikut serta, pengalaman ini sangat berkesan. “Saya awalnya ragu bisa mencapai puncak, tapi berkat dukungan teman-teman dan alumni, saya jadi lebih percaya diri. Setiap langkah terasa berat, tapi begitu sampai di puncak, semua rasa lelah terbayar lunas. Ini pendakian pertama saya, dan saya tidak akan pernah melupakannya,” ungkap Qeyra, Selasa (22/10).

Perjalanan dimulai dengan keberangkatan dari Jakarta pada Sabtu pagi. Setelah menempuh perjalanan selama dua setengah jam menuju basecamp Pak Udin via Cimelati, rombongan melakukan briefing dan pemanasan. Dari basecamp, perjalanan menuju Simaksi memakan waktu sekitar 20 menit, dan setelah bertemu dengan alumni yang sudah lebih dulu tiba, rombongan mulai mendaki.

Dalam perjalanan, peserta menghadapi berbagai tantangan alam, namun semangat kebersamaan tetap terjaga. Mereka bernyanyi, bercanda, dan saling menyemangati, terutama saat melalui jalur yang licin dan berakar. Pos 1 hingga Pos 6 dilewati dengan antusias, meski rasa lelah mulai terasa di pos-pos terakhir.

Dalam kesempatan itu, Herry Latu, seorang pendaki senior berusia 56 tahun yang merupakan alumni Elpala, pendakian ini membawa nostalgia. “Mendaki bersama generasi muda Elpala mengingatkan saya pada masa-masa awal saat pertama kali ikut mendaki. Walau usia tak lagi muda, saya selalu merasa ada energi baru setiap kali mendaki bersama mereka. Perjalanan ini bukan soal kecepatan, tapi bagaimana kita menikmati prosesnya dan belajar satu sama lain,” kata Herry, yang juga sempat membantu para junior dalam perjalanan menuju puncak.

Tepat pada pukul 13.45, rombongan akhirnya tiba di puncak Gunung Salak. Sambutan hangat dari beberapa alumni yang sudah berada di puncak semakin menghangatkan suasana. Momen kebersamaan ini diabadikan dengan foto-foto dan video kenangan di ikon puncak Gunung Salak, yang menjadi simbol keberhasilan mereka dalam menaklukkan tantangan alam.

Pendakian ini menjadi lebih dari sekadar perjalanan fisik. Bagi seluruh peserta, baik junior maupun senior, pengalaman ini adalah pelajaran tentang semangat, kebersamaan, dan kesetiaan pada nilai-nilai yang telah diajarkan dalam organisasi Elpala.

 

 

Komentar