Sepatu Roda DKI Berjaya
ASKARA - Dua atlet sepatu roda putri DKI, Yemima Lovellya Lauretha dan Farah Amalia Salsabila, tampil gemilang di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI-2024 Aceh-Sumatera Utara. Mereka masing-masing meraih emas pada pertandingan yang diselenggarakan di Pantai Pelangi, Pidie, Aceh, Rabu (11/9).
Emas pertama di hari ketiga disumbangkan Farah Amalia Salsabila di nomor 200 meter +D dan emas kedua yang begitu dramatis lewat Yemima Lovellya Lauretha di nomor 10 ribu eliminasi. Perak di nomor ini juga jadi milik tim DKI Jakarta lewat Alifia Meidia Namasta membuat Kontingen DKI Jakarta semakin harum dalam perolehan medali di cabang ini. Posisi DKI di klasemen sepatu roda pun hingga kini terus memimpin, diikuti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Sekarang mental aku lebih siap daripada dua PON sebelumnya. Lintasannya ok. Menurut saya, selain di Jakarta, lintasan terenak kedua. Nggak terlalu licin. Cuma anginnya yang kencang karena posisinya ada di pinggir laut, jadi kita harus melawan angin,” kata Yemima usai meraih juara. Ini adalah emas pertamanya di nomor perorangan. Dia masih akan tampil di dua nomor beregu.
Atlet putri berusia 21 tahun ini sudah ikut tiga PON, sebelumnya di Papua pada tahun 2020 dan di Jawa Barat pada 2016. “Waktu ikut di Jabar saya sama sekali tidak dapat medali, di Papua dapat tiga perak perorangan dan satu emas beregu. Ini emas perorangan pertama saya,” kata Yemima yang saat ini kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan biologi. Seharusnya dia sudah masuk semester tujuh, namun dia lebih fokus menghadapi persiapan PON.
Sehari sebelumnya, sepatu roda sudah menyumbang dua emas, dua perak dan satu perunggu untuk DKI. Artinya, total pengumpulan medali tim sepatu roda DKI Jakarta di hari ketiga menjadi 10 medali dengan 4 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu.
Hujan Bonus
KONI DKI memberikan bonus kepada para atletnya yang berhasil mendapatkan medali emas. Usai pertandingan, mereka yang mendapatkan medali emas langsung diberikan uang tunai sebesar Rp 15 juta. Seperti yang diberikan langsung kepada Yemima dan Alifia usai dipastikan mendapatkan emas.
Selain dari KONI DKI, mereka juga mendapatkan bonus langsung dari Muhammad Sal, Ketua Pengprov Porserosi DKI Jakarta. Sebelumnya DKI juga telah menyatakan akan memberikan bonus sebesar Rp 400 juta untuk setiap emas perorangan dan Rp 300 juta per atlet untuk emas beregu.
“Kita kuat di kelompok putri. Sebetulnya di kelompok putra juga, Cuma kadang memang ada beban mental. Dari 8 emas yang diperebutkan kita sudah ambil 4, sisanya berbagi antara Jawa Timur dan Jawa Barat. Saya yakin kita masih ada peluang untuk menambah emas,” kata pria yang akrab dipanggil dengan nama Ical ini.
Saat jeda pertandingan, area pertandingan sempat didatangi angin yang kencang. Tenda penonton pun nyaris roboh.

Komentar