Saatnya Membuat Alternatif Baru Sumber Pangan
ASKARA - Selama ini masyarakat Indonesia mempunyai ketergantungan terhadap nasi. Padahal areal persawahan semakin lama semakin berkurang karena dibangun perumahan, pom bensin, gudang, ruko dan lainnya.
Sudah saatnya sumber pangan lainnya dipikirkan. Selain sagu dan gandum masih banyak alternatif lainnya yang bisa menggantikan nasi. Antara lain adalah kentang gantung.
Kentang gantung dengan kandungan nutrisi variatif bisa menjadi pilihan menarik untuk dikembangkan. Berikut ini adalah manfaat dari mengonsumsi kentang:
Pertama, menetralkan radikal bebas. Kedua, mengontrol kadar gula darah. Ketiga, menyehatkan pencernaan.
Keempat, Variasi sajian sehat. Kelima, menjaga kesehatan jantung. Ke-enam, mencegah kanker dengan pengolahan yang sehat. Ketujuh, menurunkan risiko peradangan.
Adalah Hj. Rr.Nurul dari Magelang, Jawa Tengah yang mengembangkan tanaman kentang gantung.
Menurutnya, rasa kentang gantung tidak jauh beda dengan kentang dalam tanah. Bahkan yang uniknya kentang gantung produksinya jauh lebih banyak daripada kentang biasa.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang cukup terkait pemenuhan pangan rakyatnya. Kondisi saat ini atas ketergantungan pada beras mestinya dikurangi.
"Diversifikasi pangan perlu dilakukan oleh pemerintah. Soal cita rasa orang yang lebih suka pada nasi lambat laun harusnya digantikan dengan mengonsumsi selain nasi. Ini masalah budaya yang tentu membutuhkan waktu lebih dari satu dua generasi," ungkap Hj. Nurul, Rabu (4/9) pagi di Serang. Saat ini ia tengah mengembangkan kentang gantung di Serang.
Bila food estate sempat sukses menghasilkan jagung, tidak ada salahnya mencoba memproduksi kentang gantung untuk menjaga ketersediaan lumbung pangan nasional.
"Semua tergantung pada political will pemerintah. Apakah mereka siap untuk melakukan produksi massal kentang gantung. Nampaknya pemerintahan baru ke depan selayaknya lebih pro aktif untuk melakukan terobosan diversifikasi pangan," tuntas Nurul.

Komentar