Senin, 08 Juni 2026 | 17:42
COMMUNITY

Umat Kristen di Empat Ratus Kota Gelar Doa Bersama untuk Indonesia

Umat Kristen di Empat Ratus Kota Gelar Doa Bersama untuk Indonesia
Umat Kristen di Empat Ratus Kota gelar doa versama untuk Indonesia (Dok Ronald Patrick)

ASKARA - Kepedulian atas kondisi yang terjadi di Indonesia dan dunia saat ini mendorong ribuan umat Kristen dari empat ratus kota dan kabupaten di 38 provinsi menggelar doa bersama bagi bangsa bertajuk “Indonesia Berdoa”. Acara puncak doa bersama ini digelar di Dome GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu sore (24/8).

Rangkaian doa dipandu oleh Pdt. Danny Supangat dan diikuti oleh sejumlah pimpinan gereja. Salah satu inti di kegiatan ini adalah doa ungkapan syukur yang dipimpin oleh Dr. Cecilia Ayu Teguh Sinawati atas sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, yang akan berakhir pada Oktober mendatang.

Cecilia juga mendoakan transisi dari pemerintahan Joko Widodo kepada presiden terpilih Prabowo Subianto agar berlangsung lancar, dilanjutkan dengan Pdt. Robertus Budi Setiono, S.Pd, M.M, dengan membawa pokok doa bagi penyelenggaraan Pilkada Serentak di Indonesia.

Acara Indonesia Berdoa turut menggandeng pimpinan organisasi lintas gereja di antaranya Ketua Umum PGPI Pdt. Jason Balompapueng, Ketua BPD GBI Daerah Khusus Jakarta Pdt. Kiki Tjahyadi, pendoa dari Jaringan Doa Nasional Dr. Antonius Natan, Pdt. Gilbert Lumoindong dari GLOW Ministry, Pdt. Aristarkus Tarigan, Batara Sihombing, Pdt. Suyapto Tandyawasesa, Pdt. Ferry Kapoyos, Pdt. Christin Pranoto, Pdt. Julfikar Nainggolan, juga Rev. Suzette Hattingh dari Voice in the City.

Hadir pula pendeta dari GTI Tiberias Pdt. Aristo Pariadji yang membawakan pokok doa terkait situasi ekonomi, politik, hukum, keamanan, sosial dan budaya, disambung Pdt. Aristarkus Joel Tarigan yang memimpin doa bagi terciptanya perdamaian dunia khususnya perang Ukraina dengan Rusia yang belum juga usai.

“Kegiatan gerakan Indonesia Berdoa di 400 Kabupaten dan Kota bersama diaspora di lima belas negara merupakan cerminan bahwa umat Kristen Indonesia sangat peduli dengan keberadaan bangsa Indonesia. Kita menyadari bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja sehingga harus dicermati dengan sungguh-sungguh,” ujar Dr. Antonius Nathan mewakili panitia penyelenggara Indonesia Berdoa.

Antonius menambahkan, umat Kristen juga harus  berdoa agar Indonesia bisa memasuki era baru dalam perubahan moral dan etika yang sesuai budaya bangsa.

Rangkaian acara doa di kegiatan Indonesia Berdoa ditutup dengan penampilan putra-putri generasi Z di Dome Mawar Saron yang membawakan medley lagu nasional. Penampilan mereka diikuti pula secara daring oleh anak-anak di berbagai kota. 

 

 

Komentar