Kamis, 04 Juni 2026 | 08:48
COMMUNITY

BPDPKS dan Kementerian Pertanian Adakan Pelatihan untuk Pekebun Sawit di Bengkayang

BPDPKS dan Kementerian Pertanian Adakan Pelatihan untuk Pekebun Sawit di Bengkayang
BPDPKS dan Kementerian Pertanian adakan pelatihan untuk Pekebun Sawit di Bengkayang (Dok BPDPKS)

ASKARA - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit. Program ini menggandeng Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara untuk memberikan pelatihan kepada pekebun sawit di wilayah Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pelatihan yang berlangsung di Harris Hotel Pontianak ini membekali para pekebun dengan dua pelatihan utama: Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit dan Manajemen serta Administrasi Keuangan. Melalui Data Rekomendasi Teknis, para pekebun di daerah penghasil sawit mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Perwakilan manajemen LPP Agro Nusantara, Zulkifli Zein, menjelaskan bahwa pelatihan ini didanai dari dana ekspor sawit yang telah disisihkan oleh BPDPKS. "Para petani sebetulnya sudah mahir secara teknis, namun pelatihan ini lebih menekankan pada perubahan mindset, terutama dalam konsep biaya peluang," ujar Zulkifli.

Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta dari Kabupaten Bengkayang ini berlangsung selama empat hari. Peserta mendapatkan materi tentang kebijakan dan organisasi pengelolaan sarana prasarana kebun, pengenalan alat dan mesin pertanian, serta penanganan infrastruktur kebun. Dalam pembekalan manajemen keuangan, peserta juga belajar tentang Administrasi Keuangan, Pengelolaan Kredit, dan Penyusunan Proposal Usaha.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bengkayang, Yulianus, mengapresiasi inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini dapat meningkatkan keuntungan yang bisa diperoleh para petani. "Meskipun petani sudah tahu cara menanam dan mengelola kebun, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan keuntungan mereka," ujar Yulianus.

Ia berharap pelatihan ini bisa mentransformasi pekebun swadaya yang konvensional menjadi lebih profesional. "Kuncinya adalah membuka mindset mereka untuk meningkatkan pengetahuan," tambahnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, juga menyambut baik pelatihan ini. Menurutnya, masyarakat belum sepenuhnya menyadari pentingnya analisis usaha tani. "Jika hasil panen kurang dari 20 ton per tahun, petani sebenarnya merugi. Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang hal tersebut," kata Hero.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah berharap para peserta dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada komunitas mereka, sehingga keberlanjutan pekebun sawit di Kalimantan Barat dapat tercapai. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi dorongan agar pekebun sawit kita lebih berkelanjutan nantinya," pungkas Hero.

 

 

Komentar