Usia Tak Lagi Muda, Taklukkan Gunung Kerinci Setelah 32 Tahun
ASKARA - Eko Hari Susilo Budi (55) kembali menorehkan prestasi luar biasa dengan mendaki Gunung Kerinci bersama anggota Elpala SMA 68 Jakarta. Pendakian ini menjadi momen istimewa bagi Eko, yang terakhir kali menapakkan kaki di atas ketinggian 3.000 meter pada tahun 1992 di Gunung Rinjani.
Untuk menghadapi tantangan ini, Eko melakukan persiapan intensif selama empat hingga lima pekan. Latihan menggunakan treadmill membantu mempersiapkan jantungnya, sementara pemilihan sepatu yang tepat menjadi perhatian khusus karena bentuk kakinya yang lebar di bagian depan. Tidak hanya itu, ia juga menjalani urut seluruh tubuh dan pelenturan untuk mempersiapkan diri menghadapi perjalanan darat yang panjang, termasuk duduk selama sepuluh jam.
Pendakian ke Gunung Kerinci memberikan pengalaman luar biasa bagi Eko. "Saya terkejut dan tidak menyangka bisa mencapai puncak," ujarnya.Kamis (11/7).
Di plataran Tugu Yudha Sentika, cuaca sangat jernih tanpa angin dan kabut, menciptakan suasana yang menakjubkan. Sepanjang pendakian dan perjalanan turun, kicauan burung menambah keindahan alam sekitarnya.
Gunung Kerinci dikenal dengan pemandangan alam yang luar biasa. Dari puncaknya, panorama indah dari ketinggian menampilkan lembah, hutan tropis yang lebat, dan danau yang menyejukkan mata. Suasana alam yang tenang dan asri menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.
Eko sangat terkesan dengan keindahan Gunung Kerinci dan pengalaman mendaki bersama anggota Elpala SMA 68. Usia yang tidak lagi muda menjadi tantangan tersendiri baginya saat harus mendaki bersama pelajar yang lebih muda. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat. Keikutsertaannya bukan hanya untuk mendampingi para junior, tetapi juga untuk mengenang momen-momen pendakiannya di masa lalu. Kesempatan ini memberikan kepuasan tersendiri bagi Eko sebagai pendaki senior yang sudah lama tidak mendaki gunung tinggi, tapi masih bisa menggapai puncak Kerinci (3.805 mdpl).
Pendakian ini juga memberi Eko kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan pendaki muda. "Saya senang bisa menjadi bagian dari tim yang penuh semangat dan antusiasme," kata Eko. Pendampingan Eko memberikan rasa percaya diri tambahan bagi para anggota Elpala yang mengikuti ekspedisi ini.
Setelah pendakian di Gunung Kerinci, Eko memiliki rencana untuk melanjutkan petualangannya ke Gunung Tambora dan Gunung Rinjani. Rencana ini menunjukkan semangat dan dedikasi Eko terhadap dunia pendakian yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Pada tahun 2026, Eko berencana untuk mendaki Gunung Semeru, mengulang momen nostalgianya empat puluh tahun yang lalu. Rencana ini menunjukkan betapa cintanya Eko terhadap pendakian gunung dan keinginannya untuk terus menjaga kenangan indah dari masa lalunya.
Eko Hari Susilo Budi adalah contoh nyata semangat pantang menyerah dan dedikasi dalam dunia pendakian. Keikutsertaannya dalam ekspedisi Gunung Kerinci bersama Elpala SMA 68 Jakarta menjadi inspirasi bagi banyak pendaki muda untuk terus bersemangat dan menjaga kecintaan terhadap alam.
"Saya berharap agar generasi muda dapat terus menjaga dan melestarikan keindahan alam Indonesia melalui aktivitas pendakian," kata Eko.

Komentar