Senin, 15 Juni 2026 | 19:49
COMMUNITY

Penguatan Digitalisasi & Green Hospital Berbasis Kearifan Lokal

Penguatan Digitalisasi & Green Hospital Berbasis Kearifan Lokal
Seminar Nasional XI & Healthcare Expo IX ARSSI: Penguatan Digitalisasi & Green Hospital Berbasis Kearifan Lokal (Dok Yarsi)

ASKARA - Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) menggelar Seminar Nasional XI & Healthcare Expo IX di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Acara yang bertema “Strategi Penguatan Digitalisasi & Green Hospital Dengan Berbasis Kearifan Lokal” ini dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.

Dalam sambutannya, Menkes Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya penguatan digitalisasi kesehatan. "Pemerintah serius mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat digitalisasi kesehatan," ujarnya.

Ketua Umum ARSSI, drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS, MH, menambahkan bahwa ARSSI mendukung mutu pelayanan kesehatan melalui strategi penguatan digitalisasi dan Green Hospital berbasis kearifan lokal. "Transformasi digital menjadi kemutlakan dalam pelayanan kesehatan saat ini," jelasnya. 

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi kesehatan untuk melayani masyarakat serta menciptakan rumah sakit ramah lingkungan. "Strategi penguatan digitalisasi dapat dilakukan dengan mengunggulkan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan globalisasi," tambah drg. Iing.

Seminar ini mengupas sejumlah topik penting seperti penguatan sumber daya manusia dalam digitalisasi pelayanan kesehatan, strategi meningkatkan mutu pelayanan melalui Green Hospital, tantangan rekam medis elektronik, dan kolaborasi asuransi kesehatan. 

Para moderator yang memandu diskusi meliputi drg. Susi Setyawati, dr. Mus Aida, MARS, MH.Kes, dr. Noor Arida Sofiana, dr. Irwan Heriyanto, MARS, dr. Yoseva Rumbawati, dan Leona Agustine Karnali, CFA, RFM. Diskusi ini bertujuan untuk memperkaya kontribusi dalam memperkuat digitalisasi dan Green Hospital berbasis kearifan lokal demi masa depan layanan kesehatan di Indonesia.

Selain itu, Ketua Umum ARSSI menegaskan bahwa target implementasi rekam medis elektronik (E-Medica Record) adalah Desember 2024. "Rumah sakit swasta sudah mempersiapkan itu. Semua masih disiapkan, jadi tidak ada masalah," ujarnya.

Seminar ini juga didukung oleh berbagai sponsor seperti Privy, GEHealth Care, Mandiri, Philips, Biznet, PT Murni Solusindo Nusantara, dan lainnya. Hadir pula Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK, yang membahas peran BPJS Kesehatan dalam inovasi digitalisasi dan kompetensi SDM.

Acara ini menjadi wadah bagi ARSSI untuk memfasilitasi edukasi, pelatihan, dan sharing antar rumah sakit dalam penerapan digitalisasi dan Green Hospital, memastikan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia terus meningkat.

 

 

Komentar