Senin, 17 Juni 2024 | 21:08
NEWS

Ratusan Warga Malaysia Melintas di PLBN Aruk untuk Saksikan Pekan Gawai Dayak Kalbar

Ratusan Warga Malaysia Melintas di PLBN Aruk untuk Saksikan Pekan Gawai Dayak Kalbar
Ratusan Warga Malaysia Melintas di PLBN Aruk

ASKARA - Lebih dari 300 wisatawan dari Malaysia tercatat melintas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimanatan Barat (Kalbar) pada Sabtu (18/5) kemarin. 

Wisatawan Malaysia menyerbu PLBN Aruk yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk menghadiri Pekan Gawai Dayak ke-XXXVIII Tahun 2024 yang digelar 18 - 25 Mei 2024 di Rumah Radakng Pontianak, Kalbar.

Acara pekan gawai Dayak ke-XXXVIII telah dimulai misa syukur yang dipersembahkan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus pada (17/5) lalu. Ada banyak acara seru dalam festival yang dilaksanakan satu kali dalam satu tahan ini, seperti adat Ngampar Bide atau upacara Ngampar Bide atau menghampar tikar. 

Upacara Ngampar Bide adalah upacara yang hanya digelar saat memulai Gawai Dayak. Acara lainnya adalah Susur Sungai, Lomba Tari Kreasi, Lomba Lagu Dayak, Lomba Makanan Tradisional Dayak, Lomba Menyumpit, Lomba Pangka Gasing, Lomba Melukis Perisai.  

Selain itu, ada Lomba Menumbuk Padi dan Menampik, Lomba Pencak Silat, Lomba Pabayo, Lomba Mendongeng, Lomba Tatto, Lomba Busana Anak hingga dan paling ditunggu kawula muda yakni Bujang Dara Gawai.

Wendelinus Fanu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala PLBN Aruk, menyatakan bahwa meskipun berasal dari negara yang berbeda, masyarakat Sarawak Malaysia masih serumpun dengan masyarakat Kalimantan Indonesia.

"Masyarakat Sarawak Malaysia mayoritas adalah suku Dayak sebagaimana di Kalimantan. Bahkan di Sajingan Besar memiliki kesamaan bahasa Dayak dengan di Biawak, Sarawak, Malaysia yang berbatasan langsung dengan Indonesia," jelasnya.

Wendel juga menegaskan mendukung penuh Pekan Gawai Dayak ke-XXXVIII yang digelar di Rumah Radakng Pontianak.

"Kami dari PLBN Aruk tentunya selalu mendukung sesuai kemampuan kami, dalam konteks ini yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada pelintas yang akan menghadiri Pekan Gawai Dayak," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pekan Gawai Dayak berdampak positif pada sektor pariwisata dan menambah devisa di Kalimantan Barat khususnya, karena ramainya wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia.

Thomas Herman, salah seorang pelintas yang akan menghadiri Pekan Gawai Dayak, menjelaskan bahwa untuk menghadiri Pekan Gawai Dayak sekarang sudah lebih mudah.

"Dulu ketika infrastruktur jalan masih buruk dan PLBN ini belum ada, butuh waktu yang sangat lama dan lebih mahal untuk berkunjung. Sekarang, dengan kondisi jalan yang sudah sangat baik, lebih mudah dan murah untuk berkunjung," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Pekan Gawai Dayak merupakan acara besar yang digelar setahun sekali, jadi momen ini wajib untuk dihadiri. Selain untuk melestarikan adat dan budaya, ini juga menjadi momen untuk menjalin persatuan sesama suku Dayak.

Komentar