Kamis, 18 Juli 2024 | 07:54
NEWS

Keceriaan Anak-Anak PAUD Simulasi Cap Paspor di PLBN Entikong

Keceriaan Anak-Anak PAUD Simulasi Cap Paspor di PLBN Entikong
Anak-Anak PAUD Simulasi Cap Paspor di PLBN Entikong

ASKARA – Pada Kamis (16/5/2024) pagi, pemandangan tak biasa terlihat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) yang berbatasan dengan Malaysia. 

Jika biasanya di pagi hari, antrean perlintasan negara dipenuhi orang-orang dewasa dan remaja, kali ini para-anak anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Taman Seminari Santo Fransiskus Asisi, Entikong, datang mengunjungi beberapa area fasilitas pelayanan PLBN Entikong. 

Keceriaan nampak tergambar dari raut wajah anak-anak PAUD saat berkunjung ke PLBN Entikong. Pegawai PLBN Entikong yang bertugas, membimbing sebanyak 33 anak PAUD beserta 3 suster pendamping dan para orang tua. 

Melalui kunjungan edukasi ini, anak-anak PAUD diberikan pemahaman sejak usia dini tentang fungsi PLBN Entikong, mekanisme untuk melintas ke negara tetangga dan juga prosedur yang harus disiapkan. 

Beberapa area yang menjadi konsentrasi kunjungan adalah area keberangkatan, area kedatangan di zona inti PLBN Entikong dan Mesjid Al-Muhajirin Entikong di zona penunjang, PLBN Entikong.

Kunjungan belajar dimulai dari pemeriksaan satuan pengamanan atau security. Para satuan pengamanan mengecek barang bawaan yang dilarang anak-anak PAUD sesuai ketentuan satu per satu. 

Terpantau anak-anak sangat bersemangat untuk melakukan simulasi pengecapan paspor saat mengantre di depan konter Imigrasi. Sebelumnya, anak-anak sudah mempersiapkan paspor melalui selembar kertas hasil karya mereka sendiri. 

Paspor kertas ini merupakan contoh simulasi untuk memperkenalkan kepada anak-anak PAUD tentang mekanisme dan prosedur apabila bepergian ke negara tetangga seperti Malaysia. 

Paspor menjadi dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya. 

Dengan simulasi ini diharapkan anak-anak PAUD mengerti, apabila hendak ke luar wilayah Indonesia harus membawa paspor dan dicap sebagai tanda pengesahan identitas resmi di negara luar Indonesia. 

Tidak hanya itu, anak-anak juga diajarkan untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan pribadi lewat mesin x-ray di konter Bea Cukai. Masing-masing dari mereka memasukkan barang bawaan seperti tas sekolah dan tempat air minum ke dalam keranjang yang telah disediakan di dekat mesin x-ray tersebut.

Pada akhir kunjungan, anak-anak PAUD melanjutkan kunjungan ke Masjid Al-Muhajirin Entikong yang terletak di kawasan zona penunjang.

Kunjungan belajar ini diadakan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan anak PAUD dengan tema “Berkebhinekaan Global” yang sesuai dengan materi pelajaran Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Sebagai informasi, Berkebhinekaan Global terdiri dari dua kata yakni "Bhineka" yang berarti keberagaman dan "Global" yang berarti negara sendiri ditambah luar negeri. Jadi bukan hanya belajar keberagaman yang ada di Indonesia tetapi juga belajar keberagaman budaya yang berasal dari luar.

Sementara itu, Kepala PLBN Entikong, Viktorius Dunand mengapresiasi atas kunjungan anak-anak PAUD yang datang belajar untuk menambah wawasan tentang perbatasan negara. 

“Meskipun anak-anak ini masih usia dini, namun inilah saat yang tepat untuk mulai memperkenalkan salah satu perbatasan negara Indonesia dengan Malaysia. Mengingat hal inilah yang menjadi pembinaan dalam bentuk stimulai atau rangsangan untuk membantu tumbuh kembang anak terkhususnya dalam hal pendidikan,” ucap Viktor.

Viktor juga menambahkan bahwa sebagai pelajar Indonesia terutama anak-anak yang masih dalam Pendidikan usia dini perlu dibina akan pentingnya mempertahankan budaya luhur dan jati diri bangsa Indonesia sendiri.  

Tetapi pada saat yang bersamaan juga bisa berpikiran terbuka ketika mengenal budaya luar, dalam hal ini khususnya budaya negara tetangga yakni Sarawak, Malaysia.

Sekadar informasi, PLBN Entikong merupakan salah satu pintu perbatasan resmi antara Indonesia dengan Malaysia yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia.

PLBN Terpadu Entikong diresmikan Presiden Joko Widodo pada 21 Desember 2016 yang merupakan peningkatan dari fungsi Pos Lintas Batas (PLB).

Komentar