Minggu, 07 Juni 2026 | 12:38
NEWS

Chintya Utami,Raih Kesuksesan dengan Bertahan Hidup di Jerman

Chintya Utami,Raih Kesuksesan dengan Bertahan Hidup di Jerman
Chintya Utami di Jerman (Dok Pribadi)

Oleh: Fatimah Azzahra Citra Adila

Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB University Program Studi Komunikasi Digital dan media

ASKARA - Kuliah di luar negeri merupakan impian banyak orang salah satunya seorang perempuan berdarah minang, Chintya Utami atau yang lebih akrab dipanggil Ka Icyn adalah seorang perempuan yang berhasil meraih impiannya untuk melanjutkan pendidikan di negri yang terkenal dengan negara dengan industri terbaru itu.

Sejak kecil, Chintya memiliki tekad yang kuat untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Dengan semangat dan dedikasinya, ia berhasil menembus berbagai rintangan dan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di negeri impiannya. Merantau ke negara yang terkenal dengan industri terbaru membuka peluang bagi Chintya untuk mendalami ilmu dan mengembangkan potensinya.

Tidak hanya fokus pada pendidikannya, Chintya juga terlibat dalam berbagai kegiatan lainnya seperti berbisnis dan juga organisasi mahasiswa internasional yang dapat memperluas jaringan dan pengalaman sosialnya. Merantau di negeri orang memberikan banyak sekali pengalaman bagi perempuan berdarah minang tersebut, walaupun selama bertahan hidup ia telah banyak diterpa berbagai tantangan di negeri tersebut.

Banyak Jalan untuk Bertahan Hidup

Bertahan hidup di negri yang dimana memiliki nilai mata uang yang cukup jauh dari negeri asal bukanlah hal yang mudah, Ka Icyn pun turut merasakan hal tersebut, kedatangannya ke negeri Jerman tanpa beasiswa adalah tantangan begitu berat untuk bertahan hidup di negeri tersebut, Ka Icyn mencari banyak cara untuk bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah demi kehidupannya di Jerman.

 Ia pernah bekerja di restoran yang menyiapkan makanan untuk pesawat bahkan sampai menjadi tukang parkir di Jerman, Ka Icyn tak pernah malu untuk melakukan pekerjaan apapun itu, menurutnya selagi pekerjaan tersebut halal dan sanggup ia kerjakan kenapa harus malu, uang dari penghasilan yang ia dapatkan ia gunakan untuk biaya kehidupannya di Jerman, Ka Icyn menyadari bahwa masih banyak hal yang bisa disyukuri, seperti gratisnya pendidikan di Jerman, hal tersebut dapat membantunya dalam mengurangi pengeluarannya.

Berkat susahnya bertahan hidup di negara yang memiliki bahasa yang berbeda, Ka Icyn tidak pernah menyerah dalam mencari cara untuk mendapatkan uang demi bertahan hidup. Kesulitan hidup ini menjadi pemicu bagi otak kreatifnya untuk menemukan solusi-solusi inovatif.

Dengan tekad dan semangat pantang menyerah, Ka Icyn terus mencari peluang-peluang baru. Ia memanfaatkan keahlian dan minatnya untuk menciptakan peluang penghasilan, bahkan di tengah kompleksitas bahasa dan budaya yang berbeda.

Perjalanan pendidikan Ka Icyn di Negeri Jerman yang tidak mudah pun membangunkan rasa ingin berbagi pengalamannya di platform media sosial, Ia membagikan kisah dan ceritanya di laman instagramnya dan juga di channel youtube yang ia punya, menurut Ka Icyn kehidupan di Jerman tidaklah semudah yang digambarkan oleh yayasan atau pelatihan yang menawarkan kerjasama untuk kuliah di Jerman, faktanya banyak sekali tantangannya seperti mata uang yang memiliki nilai yang berbeda, bahasa dan budaya yang berbeda, susahnya mencari toko makanan halal bagi para penganut agama islam, bahkan sampai diskriminasi terhadap orang asia ataupun orang yang beragama islam.

Hal tersebut ia bagikan bukan untuk menakut-nakuti akan tetapi untuk memberikan pemahaman kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Jerman agar tidak hanya menyiapkan dari segi ekonomi dan persyaratan pendidikan, tapi juga dari segi mental yang kuat untuk menghadapi berbagai cobaan dan rintangan di Jerman.

Kuali Angek : Ide Bisnis Sambil Kenalkan Makanan Minang di Jerman

Ka Icyn tidak bisa lari dari kenyataan bahwa Ia adalah seorang yang lahir dari darah minang, yang dimana darah minang ini terkenal dengan makanan dan jiwa kewirausahaan, posisi Ka Icyn yang hidup di perantauan dan rindu akan masakan minang juga menjadi alasan hadirnya usaha Kuali Angek, sebuah usaha yang ia rintis untuk memenuhi rasa rindunya terhadap makanan khas tanah kelahirannya, siapa sangka berawal dari kerinduan, usaha tersebut ternyata mendapatkan banyak pembeli di Jerman, baik itu penduduk lokal maupun Warga Negara Indonesia yang juga rindu akan masakan padang yang biasanya kalau di Indonesia bisa didapatkan di berbagai tempat.

Usaha ini membuka jendela baru bagi Ka Icyn untuk berbagi kekayaan kuliner dan budaya Indonesia kepada warga lokal atau WNI di negara Jerman. Melalui Kuali Angek, ia tidak hanya menyajikan hidangan khas minang, tetapi juga mengenalkan keunikan dan keindahan kuliner Indonesia kepada orang-orang di sekitarnya. Dengan usaha dan kegigihan Ka Icyn, usahanya tidak hanya menjadi ladang penghasilan, tetapi juga menjadi wujud kontribusi positif terhadap pertukaran budaya antarbangsa. Sementara itu, bagi Ka Icyn, Kuali Angek tidak hanya sekadar bisnis, tetapi juga merupakan jembatan emosional yang menghubungkannya dengan kampung halaman. Setiap hidangan yang disajikan bukan hanya sebatas kuliner, tetapi juga mengandung kisah dan kenangan dari tanah kelahirannya, menjadi cara untuk merayakan identitasnya dan mengatasi rasa rindu.

Jerman menjadi Jalan untuk Keliling Dunia

Setelah melewati berbagai permasalahan dan tantangan. Ka Icyn pun tidak menyangka bahwa keputusannya untuk melanjutkan pendidikannya di Jerman membawanya untuk menjelajahi dunia luas, Ka Icyn memiliki banyak kesempatan untuk menjelajahi berbagai sejarah yang ada di Eropa, Ia berhasil berkeliling ke berbagai negara, Ia tak pernah menyangka dibalik kesusahannya dalam bertahan hidup di Jerman Ia juga diberi kesempatan untuk menggapai impian lainnya yaitu berkeliling negara, kondisi negara di Eropa yang tidak jauh antar satu negara dan negara lain menjadikannya mudah mengakses berbagai jalan yang menuju lintas negara dan berkelana ke berbagai negara

Pencapaian Ka Icyn yang mendapatkan kesempatan untuk berkeliling negara pun ia bagikan di laman instagram dan youtubenya, Ka Icyn adalah bukti nyata bahwa setiap hambatan, rintangan dan kesusahan maka akan selalu ada hasil yang indah setelahnya, kehidupan Ka Icyn di Jerman diawali dengan berbagai rintangan dan halangan, tetapi dengan berbagai ide kreatif yang ia salurkan, ia pun mendapatkan berbagai hasil indah, seperti Kuali Angek yang berhasil ia rintis dan juga kesempatan untuk berkeliling dunia dengan begitu mudah, semua itu berkat kegigihan Ka Icyn untuk tetap bertahan hidup di Jerman di samping banyaknya mahasiswa yang datang ke Jerman dan tidak bisa bertahan hidup karena tidak kuatnya mental dan memilih untuk balik ke tanah air.

 

Komentar