Our Lady of La Vang, Penampakan Bunda Maria ketika Umat Katolik Vietnam Dianiaya
ASKARA - Penampakan Bunda Maria merupakan istilah dalam Gereja Katolik yang merujuk pada berbagai laporan tentang penampakan Bunda Maria di berbagai tempat di seluruh dunia. Beberapa di antaranya terjadi di Asia, seperti penampakan Bunda Maria di Lourdes, Prancis, yang terjadi pada abad ke-19 dan diakui oleh Gereja Katolik. Namun, penampakan Bunda Maria secara khusus di Asia belum sebanyak yang terjadi di negara-negara lain.
Our Lady of La Vang adalah gelar yang diberikan kepada Bunda Maria yang menampakkan diri pada saat umat Katolik di Vietnam dianiaya dan harus bersembunyi di hutan. Pada tahun 1998, Paus Yohanes Paulus II mengumumkan kepada publik tentang pentingnya devosi kepada Our Lady of La Vang dan keinginannya untuk membangun kembali Basilika La Vang dalam rangka memperingati 200 tahun penampakan di sana.
Sejak tahun 1698 umat Katolik di Vietnam sudah mengalami penganiayaan karena iman mereka. Ada lebih dari 100.000 umat Katolik Vietnam yang dimartir dari tahun 1700an hingga 1800an. Bahkan di zaman sekarang, dengan pemerintahan yang masih berbasis komunis, tidak jarang ada Uskup atau pastor yang dianiaya dan status Gereja tidak kuat.
Di akhir tahun 1700-an, penganiayaan terhadap umat Katolik begitu parah sehingga banyak orang melarikan diri ke daerah pegunungan terpencil dekat ibu kota Kekaisaran Hue, provinsi Quang Tri, Vietnam Selatan. Mereka melarikan diri ke daerah La Vang untuk menyelamatkan nyawa mereka dan supaya dapat bebas beribadah dengan damai. Pada tahun 1798, ketika komunitas Katolik disana berkumpul untuk mengucapkan Rosario bersama, muncul penampakan seorang Wanita cantik yang menggendong seorang anak kecil di tangannya. Malaikat-malaikat mengelilingi mereka. Wanita itu berpakaian sederhana, tetapi memakai mahkota emas.
Wanita cantik itu berbicara kepada orang-orang sebagai seorang ibu, memberikan kata-kata cinta dan hiburan. Dia tidak memberikan peringatan apa pun seperti Bunda Maria Fatima tetapi dia hanya mengekspresikan cintanya kepada mereka sebagai anak-anak yang dianiaya. Dia menunjukkan kepada mereka cara membuat obat dari tanaman dan ramuan yang tumbuh di daerah itu.
Dia muncul beberapa kali lagi, memberikan pesan cinta dan hiburan yang sama. Tak lama kemudian, sebuah tempat suci kecil dari jerami dan daun dibangun untuk menghormatinya. Semakin banyak umat beriman yang berbondong-bondong ke tempat suci itu sepanjang tahun dan banyak mukjizat kesembuhan yang dilaporkan. La Vang pun menjadi tempat perlindungan bagi umat Katolik yang tertindas.
Pada tahun 1805, tentara Kaisar menjalankan perintah untuk membersihkan negara dari semua pengaruh kolonial, termasuk agama Kristiani. Mereka datang ke La Vang dan membunuh tiga puluh umat Katolik tepat di pintu tempat suci kecil ini. Kemudian seseorang memulai membakar tempat suci itu sehingga tempat hancur. Beberapa perabotan kayu berhasil diselamatkan dan kemudian di bangunan gereja baru yang dimulai pada tahun 1885 dan selesai pada tahun 1900. Popularitas dan reputasi tempat suci Bunda Maria La Vang tumbuh, dan pada tahun 1901, perayaan tahunan pertama Tempat Suci Bunda Maria La Vang berlangsung. Kerumunan menjadi begitu besar, sehingga kompleks itu harus diperluas pada tahun 1928.
Vietnam memiliki sejarah pertempuran yang hampir terus-menerus. Selama Perang Dunia II, Vietnam adalah medan perang bagi Jepang dan Prancis. Setelah itu, pemerintah kolonial Prancis berperang melawan Komunis – Viet Cong, mengakibatkan negara itu terbagi pada tahun 1954 antara pemerintah Komunis dan non-Komunis. Sejuta orang melarikan diri ke Selatan dan La Vang menjadi pusat ziarah. Para uskup Vietnam menjadikan gereja di La Vang sebagai tempat suci nasional negara pada tahun 1961, dan pada bulan Agustus tahun yang sama Paus Yohanes XXIII memberikan gelar Basilika Kecil. Selama masa pemerintahan Paus Yohanes Paulus II, Bapa Suci memberikan banyak tanda pengakuan kepada Basilika La Vang dan mengungkapkan kasih sayangnya kepada orang-orang Vietnam dalam beberapa kesempatan. Namun, penampakan itu sendiri tidak pernah disetujui secara resmi oleh Vatikan.

Komentar