Rabu, 15 Juli 2026 | 16:29
COMMUNITY

Musda PETA Bener Meriah Tetapkan Said Abdullah sebagai Ketua Secara Aklamasi

Musda PETA Bener Meriah Tetapkan Said Abdullah sebagai Ketua Secara Aklamasi
Foto bersama usai Musda PETA Bener Meriah (Dok Askara)

ASKARA – Organisasi masyarakat Pembela Tanah Air (PETA) Kabupaten Bener Meriah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Tahun 2026 di Gedung Olahraga dan Seni (GORS), Jalan Pendopo I, Desa Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 peserta tersebut menetapkan Said Abdullah sebagai Ketua PETA Kabupaten Bener Meriah periode baru secara aklamasi.

Musda dihadiri Bupati Bener Meriah yang juga Ketua PETA Provinsi Aceh, Ir. Tagore Abu Bakar, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim 0119/Bener Meriah Letkol Inf Ahmad Fauji, Kapolres Bener Meriah yang diwakili Kompol Dr. Sabirin, S.H., M.Si., Kejaksaan Negeri Bener Meriah, Ketua Pengadilan Negeri Bener Meriah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Tagore Abu Bakar mengatakan Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang tidak hanya berfungsi memilih kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum evaluasi, konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta perumusan langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Ia berharap kepengurusan yang terpilih memiliki integritas, semangat pengabdian, dan mampu membawa PETA menjadi organisasi yang semakin solid serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

"Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan seluruh organisasi kemasyarakatan. Keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat," ujar Tagore.

Pada akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, memelihara kerukunan, serta menjaga stabilitas daerah demi mewujudkan Bener Meriah yang maju, religius, sejahtera, dan berdaya saing. Selanjutnya, ia secara resmi membuka Musda PETA Kabupaten Bener Meriah Tahun 2026.

Melalui mekanisme aklamasi, Musda menetapkan susunan pengurus inti PETA Kabupaten Bener Meriah, yakni Said Abdullah sebagai Ketua, Eka Rahmadi sebagai Wakil Ketua, Sugiman sebagai Sekretaris, dan Robani sebagai Bendahara.

PETA Kabupaten Bener Meriah merupakan organisasi kemasyarakatan yang lahir pada masa konflik Aceh dengan semangat mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Organisasi ini menjadi wadah masyarakat dan pemuda yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, bela negara, persatuan, dan perdamaian.

Salah satu jejak sejarah organisasi tersebut adalah keterlibatan anggotanya dalam pembangunan Monumen Puncak Merah Putih pada 2002 sebagai simbol nasionalisme di Kabupaten Bener Meriah. Monumen itu kemudian dipermanenkan pada 2010 dan diresmikan pada 2011.

Musda 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam mendukung pembangunan serta menjaga kondusivitas wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

 

Komentar