Kamis, 04 Juni 2026 | 07:12
OPINI

Membangun Keseimbangan Komunikasi Antarindividu

Membangun Keseimbangan Komunikasi Antarindividu
Ilustrasi membangun keseimbangan komunikasi antarindividu (Dok Azqia)

Oleh : Azqia Aulia Denariansyah Mahasiswi Sekolah Vokasi  IPB Univeristy 

ASKARA - Komunikasi antarindividu merupakan sebuah ladang yang penuh dengan nuansa dan kompleksitas. Didalamnya, terdapat kekayaan makna yang muncul melalui kata-kata, bahasa tubuh, dan ekspresi emosional. Dalam upaya menjalin hubungan yang kokoh dan bermakna, perlu kita cermati bagaimana membangun keseimbangan komunikasi yang harmonis. Keseimbangan ini tidah hanya mencakup bagaimana kita dalam menyempaikan pesan, tetapi juga sejauh mana kita mendengarkan dan memahami pesan yang akan disampaikan oleh orang lain. Empati menjadi sebuah  hal yang berharga dalam konteks ini, memungkinkan kita melihat dunia melalui pandangan orang lain, dengan tujuan demikian kita dapat menciptakan landasan untuk saling menerapkan rasa  pengertian. 

Menurut Albert Mehrabian, seorang ahli komunikasi non-verbal, menekankan bahwa lebih dari 90% komunikasi terjadi melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah. Dalam keseimbangan komunikasi, pemahaman akan bahasa tubuh menjadi fondasi yang penting untuk meresapi nuansa emosional di balik kata-kata yang diucapkan. 

 

Dalam perjalanan ini, bahasa tubuh dan ekspresi emosional memainkan peran yang penting. Mereka bukan hanya pelengkap kata-kata, melainkan elemen vital yang menambah dimensi kekayaan dalam setiap pertukaran komunikasi. Dengan memahami bahasa tubuh dan ekspresi emosional, kita dapat lebih memahami perasaan dan maksud di balik kata-kata yang diucapkan. Keseimbangan komunikasi menjadi landansan yang penting dalam menangani konflik, dialog terbuka dan jujur merupakan sebuah kunci untuk meresolusi pertentangan tanpa merusak hubungan.  

Akan tetapi perlu kita perhatikan peranan media sosial dalam lingkaran komunikasi antarindividu, meskipun dapat menjadi alat yang penting untuk selalu terhubung, media sosial juga membawa tantangan dalam menciptakan keseimbangan, seringkali menciptakan jarak dan ketidakseimbangan dalam interkasi secara personal. 

Membangun keseimbangan komunikasi antarindividu juga merujuk pada upaya untuk menciptakan harmoni, pemahaman, dan saling mendukung dalam melakukan interaksi komunikatif antara dua atau lebih indvidu. Hal ini melibatkan keterlibatan yang aktif dari setiap pihak untuk memahami dan menghargai perspektif satu sama lain, serta menjaga proporsi antara memberi dan menerima sebuah informasi. 

 

1. Kunci Empati dalam Komunikasi 

Empati merupakan yang hal yang penting dalam kompetensi komunikasi interpersonal. Menurut Hardjana (2003) agar komunikasi interpersonal berhasil dengan baik setiap orang memiliki kompetensi komunikasi interpersonal baik secara sosial maupun verbal, salah satu kompetensi yang dimiliki dalam berkomunikasi adalah empati. Empati berarti suatu perasaan seolah-olah menjadi seperti orang lain. Pembroke (2007) menyatakan dengan berempati seseorang dapat dapat merasakan perasaan dan kesakitan oranglain. 

Kunci empati dalam komunikasi antarindividu ini merujuk pada mampunya kita melihat suatu situasi dari sudut pandang oranglain, bahkan jika itu berbeda dari pandangan pribadi, menciptakan dasar untuk hubungan yang sehat dan penuh pengertian, ini dapat membantu untuk mencegah konflik yang disebabkan oleh ketidapahaman, meningkatkan kualitas interaksi, dan membuka jalan menuju hubungan yang lebih mendalam lagi. Empati menjadi faktor kunci dalam membentuk hubungan yang didasarkan pada penghargaan dan untuk saling memahami. 

 

2. Bahasa Tubuh dan Ekspresi Emosional 

Bahasa tubuh dan ekspresi emosional memainkan sebuah peran penting dalam komunikasi antarindividu. Sebuah pesan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui gerakan, mimik wajah, dan bahasa tubuh secara keseluruhan. Komunikasi antarindividu biasanya menggunakan beberapa hal untuk menyampaikannya seperti menggunakan ekspresi wajah yang memberikan petunjuk kaya tentang perasaan dan reaksi seseorang terhadap suatu situasi. 

Senyum, kening yang berjerut, atau mata yang terbelalak dapat menyampaikan emosi tanpa perlu kata-kata, atau misalnya menggunakan gerakan tubuh dari cara bergerak, sikap tubuh, pergerakan tangan, dan postur. Dapat memberikan tambahan makna pesan secara verbal. Misalnya, seseorang yang bersikap terbuka dan santai mungkin terlihat lebih ramah. 

Menurut Chaplin (2006) menjelaskan bahwa ekspresi emosional merupakan perubahan-perubahan dalam otot, kelenjar yang mendalam, dan tingkah laku, yang berasosiasi dengan emosi. Ekpresi emosional merupakan kecenderungan seseorang untuk mengungkapkan perasaan yang sedang dirasakan kepada orang lain. Menurut Planalp (dalam Safaria & Saputra, 2009) ekspresi emosional sendiri adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mengkomunikasikan status perasaannya yang berorientasi pada tujuan tertentu. 

 

Komentar