Pengalaman Gaib Ketika Mendaki Gunung Gede
ASKARA - Gunung Gede dengan ketinggian puncak 2958 meter di atas permukaan laut, adalah gunung berapi kerucut tipe Stratovolcano di Jawa Barat. Berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk flora dan fauna endemik.
Pendakian ke puncak Gunung Gede memberikan pengalaman alam yang luar biasa dengan pemandangan indah, air terjun, dan hutan tropis yang menakjubkan. Gunung ini merupakan salah satu tujuan para pendaki di Indonesia. Banyak pengalaman yang mereka dapatkan ketika mendaki Gunung Gede, baik melalui jalur Pos Cibodas maupun Pos Gunung Putri.
Sejumlah pendaki melaporkan pengalaman gaib atau mistis dengan mendengar suara-suara aneh dalam pendakian, sementara yang lain mungkin memiliki pengalaman yang lebih damai atau spiritual ketika berada di keheningan alam.
Salah satu pendaki, Oscar Kaisepo menceritakan pengalamannya mendaki Gunung Gede melalui Pos Cibodas, bersama salah seorang pendaki dari SMA 68 Jakarta, ketika mereka berada di sekitar Kandang Badak seakan melihat orang ramai lalu lalang atau berkumpul di sekitar situ.
"Gue berpikir mungkin pendaki yang lagi kumpul. Ya kita samperin biar ada teman jalan," kata Oscar, anggota Elpala angkatan I, Jumat (16/12).
Tapi, lanjut Oscar, pas kami sampai di tempat yang kita lihat itu, ga ada orang sama sekali. Kita lihat sekeliling sepi.
"Ya, udeh otomatis kita saling lihat-lihatan setelah tahu ga ada orang sama sekali. Dan gue berdoa dalam hati agar tetap dalam lindungan Tuhan yang Maha Kuasa," kata Oscar.
Pengalaman mistis lainnya dialami Audrey dari Akademi Pimpinan Perusahaan, ketika mendaki Gunung Gede dia salah jalan. Karena salah jalan akhirnya dia kecapekan dan memutuskan untuk duduk.
"Ketika sedang duduk, tiba-tiba ada harimau lewat, dia ketakutan tapi dia cuma bisa diam aja," kata Deci menceritakan kembali pengalaman adiknya, Audrey.
Tidak lama berselang, lanjutnya, ada penduduk lewat dan memberi tahu agar Audrey lewat jalan yang ditunjukannya. Dia pun nurut dan terus mengikuti jalan itu.
"Begitu ketemu teman-temannya, dia cerita tapi ternyata mereka sama sekali tidak ketemu penduduk tadi," kata Deci Indeswari, alumni IISIP.

Komentar