Gunung Sumbing Diselimuti Api
Tertutup untuk Pendakian
ASKARA - Terjadi kebakaran hebat di Gunung Sumbing, pada Jumat (1/9) sore, tepatnya di jalur pendakian perbatasan antara Kecamatan Kalikajar dan Kecamatan Sapuran.
Terkait hal itu Perhutani pun merespons dan menutup seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing terhitung sejak Jumat hingga batas yang belum ditentukan.
Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Kedu Utara, Damanhuri melayangkan surat keputusan bahwa seluruh jalur pendakian ke Gunung Sumbing ditutup.
"Setiap jalur menuju Gunung Sumbing ditutup sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan," katanya dalam surat edaran yang dikeluarkan.
Surat tersebut disampaikan kepada seluruh elemen lembaga masyarakat desa di kawasan hutan dan area yang memiliki jalur-jalur menuju lokasi kebakaran Gunung Sumbing.
Perhutani meminta kepada setiap pengelola Basecamp Pendakian Gunung Sumbing agar terlibat mencegah kebakaran hutan semakin parah.
Selain meminta peran serta Basecamp Gunung Sumbing, Damanhuri menginginkan agar basecamp pendakian lainnya juga ikut bergotong-royong guna memadamkan api.
Terlihat jelas dari Wonosobo, api menjalar di lereng Sumbing hingga pukul 20.00 WIB masih menyala-nyala.
Kebakaran hutan di Gunung Sumbing ini disinyalir menjadi yang terbesar sepanjang tahun 2023.
Api yang sudah terlanjur membesar tampaknya akan sangat menyulitkan proses pemadaman.
Dikhawatirkan, kebakaran akan semakin meluas jika tidak segera ditangani.
Kebakaran yang menimpa gunung api tertinggi ketiga di pulau Jawa itu, sempat terekam kamera oleh warganet dan beredar di media sosial.

Komentar