Habib Syakur: Orasi Politik Anies Baswedan di UI Sangat Tidak Relevan dan Berbahaya
ASKARA - Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menilai orasi politik dan kritikan yang dilontarkan bakal calon presiden (Capres) 2024 Anies Rasyid Baswedan di Kampus Universitas Indonesia (UI) sangat tidak relevan.
Menurut Habib Syakur, Anies bukan orang yang layak menyampaikan kritik soal pendidikan karena dia sendiri pernah gagal membenahi pendidikan ketika menjadi Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan di era periode pertama Presiden Jokowi.
"Apa relevansinya dia mengkritik, sementara dia sendiri gagal. Menjadi Mendikbud gak maksimal, menjadi Gubernur DKI Jakarta juga kerjanya gak maksimal. Lha kok mengkritik. Itu persoalannya," kata Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Rabu (30/8).
Habib Syakur juga menyayangkan, kenapa kampus UI sudah menjadi arena kampanye politik, padahal anak-anak muda masa depan bangsa mestinya fokus belajar dan ikut memikirkan masa depan bangsa dan negara. Bukan malah berkecimpung jadi alat politik tertentu.
"Saya meminta agar putusan MK soal kampanye capres dan cawapres di kampus itu dibatalkan saja. Jangan kampus dijadikan tempat kampanye politik," tukas Habib Syakur.
Ia juga mengingatkan bagi para mahasiswa, harus hati-hati terhadap bahaya Organisasi Gerakan Pembebasan Mahasiswa yang ternyata ditunggangi oleh kelompok-kelompok khilafah. Dan Anies Baswedan, jelas Habib Syakur, adalah orang yang bermain di lingkaran gerakan itu.
"Perlu diingat, dalam kebanyakan universitas di Indonesia, patut diduga sudah ada organisasi Gerakan Pembebasan Mahasiswa yang murni mengusung program kamuflasenya khilafah anti Pancasila," jelas Habib Syakur.
Berdasarkan pengamatannya, Habib Syakur menyebut kampus di seluruh Indonesia sudah banyak yang dimasuki oleh organisasi Gerakan Pembebasan Mahasiswa dengan ajaran utamanya adalah Khilafah. Mereka selalu bercita-cita mengubah dasar negara Pancasila.
"Saya menduga, sekali lagi saya menduga hampir mayoritas kampus-kampus dan perguruan tinggi di Indonesia sudah dimasuki oleh organisasi Gerakan Pembebasan Mahasiswa yang menjadi kamuflase khilafah. Ini harus diantisipasi," lanjutnya.
Anies Baswedan, tegas Habib Syakur, diduga kuat memanfaatkan organisasi Gerakan Pembebasan Mahasiswa ini untuk melakukan kamuflase demi kekuasaan.
"Tolong hati-hati. Apa pun kritik yang dilontarkan kepada pemerintah itu ada tujuan kepentingan mereka. Bukannya tidak boleh mengkritik pemerintah, tapi tolong kepentingan bangsa dan negara diutamakan dan etika ke-Indonesiaan harus dikedepankan," tuntas Habib Syakur.

Komentar