Kamis, 09 Februari 2023 | 05:30
COMMUNITY

Turnamen Futsal Rantau CUP VIII Kembali Digelar di Boeoge

Turnamen Futsal Rantau CUP VIII Kembali Digelar di Boeoge
Foto bersama peserta Turnamen Futsal Rantau CUP VIII (Dok Arifin)

ASKARA - Para perantau yang pulang ke Buton khususnya Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara, disambut dengan gelaran turnamen futsal. 

Turnamen Futsal Rantau CUP VIII Kelurahan Boneoge 2023 tersebut berjalan berkat kerjasama dari Komunitas Mahasiswa Pemuda Pelajar Boneoge dan Karang Taruna La Kina Boneoge, Kelurahan Boneoge. 

"Kegiatan ini setiap tahunnya diadakan untuk menyambut perantau-perantau yang turun (Pulang) pada saat tahun baru," papar Ketua Panitia Turnamen Futsal Rantau CUP VIII Kelurahan Boneoge 2023, Alfin Slolimbona disela-sela pertandingan, Selasa (24/1). 

Meski diadakan di kelurahan yang terletak di Buton Tengah, Alfin mengatakan tim yang ikut berlaga juga berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara. 

"Peserta bermacam-bermacam, ada dari desa sebelah, Baubau juga, darimanapun yang penting terjangkau, dan banyak juga pemain-pemain bayaran," kata Alfin. 

Lebih jauh Alfin memaparkan bahwa kegiatan yang disupport Tokoh Masyarakat Lakudo, H. Burhan Zainuddin tersebut digelar satu bulan dan diikuti puluhan tim. 

"Untuk sekarang kurang, tahun lalu sekitar 30 an (Tim) lebih, tahun ini 20 pas dengan sistem group," paparnya. 

Dia berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus berkembang serta semakin mempererat tali silaturahmi. 

Di lokasi yang sama, tokoh masyarakat Lakudo, Buton Tengah, H. Burhan Zainuddin mengatakan bahwa kegiatan ini untuk memberikan ruang bagi kaum milenial dan perantau dalam menjalin silaturahmi. 

"Jadi ketika perantau pulang itu, dari pada suntuk cuma ada di rumah, jadi panitia yang ada disini membuat satu ivent yang bisa memberikan keramaian disatu titik terutama kaum milenial sendiri," ucapnya. 

Terkait banyaknya alat peraga yang mengelilingi lapangan pertandingan hingga membuat kesan pertandingan Profesional, kata H. Burhan Zainuddin merupakan gagasan yang muncul ketika panitia meminta saran dan support. 

"Terkait dengan itu, ini adalah ide saya karana saya melihat teman-teman panitia pada pertandingan itu pembatasnya seutas tali saja dengan tiang, jadi sayang pertandingan itu seakan-akan yang jadi pagar adalah penontonnya," ujarnya. 

Jadi saya, tambahnya, memberi masukan ternyata panitia mendukung, hasilnya tarkam rasa pro. 

Terakhir, dia berharap kegiatan yang dilakukan kaum milenial di wilayahnya dapat menjadi perhatian banyak pihak. 

"Berharap media dapat melihat desa kami, terutama liga rantau ini bisa dikenal, kalau ini sukses setelah ini ada lagi," tukasnya.

Komentar