Selasa, 07 Februari 2023 | 05:53
OPINI

Merayakan Imlek dengan Empati

Merayakan Imlek dengan Empati
Berbagi makanan siap saji ketika Imlek (Dok Maya Damayanti)

ASKARA - Merayakan Imlek sempat dilarang oleh rezim Orba akibat dikaitkan dengan tragedi G30S, padahal sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali. Tiada unsur politik di dalam Imlek yang pada hakikatnya hanya merayakan tibanya musim semi di kawasan utara khatulistiwa, sementara di Indonesia kebetulan tiba musim penghujan. 

Syukur Alhamdullilah, setelah Gus Dur menjadi Presiden Indonesia, segara Imlek diperbolehkan kembali dirayakan secara terbuka di persada Indonesia, bahkan sebagai Hari Raya nasional yang merupakan hari libur bagi seluruh warga Indonesia.

Maka setiap kali Imlek dirayakan di Indonesia, seluruh warga Indonesia yang sadar atas jasa Gus Dur dengan penuh rasa terima kasih mengenang Gus Dur.Tanpa Gus Dur, mustahil Imlek kembali dirayakan di Indonesia.

Tatkala mengucapkan terima kasih kepada Gus Dur atas perkenan beliau memperbolehkan Imlek kembali dirayakan di Indonesia, secara khusus Presiden ke 4 Republik Indonesia berpesan wanti-wanti agar saya jangan terhanyut euphoria sehingga “umpak-umpakan” alias lupa daratan lalu lepas kendali merayakan Imlek secara gegap gempita serba gemerlap pamer kemewahan. 

Gus Dur mengingatkan saya bahwa masih banyak warga Indonesia masih hidup di bawah garis ambang batas kemiskinan. Apalagi lazimnya Imlek dirayakan pada masa puncak musim hujan di mana bencana banjir makin menyengsarakan rakyat terutama justru yang sudah sengsara akibat miskin.

Maka Gus Dur memberikan wejangan bijak agar Imlek dirayakan secara sederhana berbekal kearifan “ojo dumeh” (jangan terkebur) demi tidak menimbulkan gejala kesenjangan sosial.

Gus Dur mengharapkan agar Imlek dirayakan dengan empati terhadap para sesama warga yang masih belum mampu menikmati nikmatnya kesejahteraan.

Imlek dirayakan dengan tidak lalai berbela rasa terutama terhadap para warga miskin yang jatuh menjadi korban banjir serta bencana alam lainnya, semisal tanah longsor akibat derasnya turun hujan maupun petaka alam lain-lainya yang rawan terjadi pada masa perayaan Imlek.

Selamat merayakan Imlek!

Oleh: Jaya Suprana

Komentar