Selasa, 16 Juli 2024 | 10:08
NEWS

Hopeland Organik Resort Perkenalkan Budaya dan Makanan Khas Indonesia di Vietnam

Hopeland Organik Resort Perkenalkan Budaya dan Makanan Khas Indonesia di Vietnam
Foto bersama di depan stand hopeland (Dok Tata)

ASKARA - Vietnam-Indonesia Festival di Can Tho City (IFCTC) berlangsung di Kota Can Tho , Vietnam Selatan. Pada Festival yang secara regular diselenggarakan beberapa tahun ini, berlangsung banyak aktivitas temu pergaulan persahabatan untuk menyosialisasikan kebudayaan yang sarat dengan multi identitas tradisional Indonesia. 

Agustaviano Sofjan, Konsul Jenderal Indonesia di Ho Chi Minh City, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan IFCTC 2022 diadakan dalalm rangka memperingati perayaan hubungan diplomatik Indonesia Vietnam ke 67 pada tanggal 31 Desember 2022,. IFCTC 2022 juga mencerminkan dukungan Vietnam terhadap kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023.  

“Diharapkan hubungan yang semakin erat ini telah ditandai dengan surplus nya perdagangan Indonesia Vietnam sehingga kedua negara mensepakati akan diperbaharuinya kerjasama dalan kerangka kerjasama perdagangan, pariwisata dan investasi dalam JCBC 2024~ 2028 mendatang,” kata Agustaviano dalam keterangan yang diterima Askara, Sabtu (17/12) 

Setelah upacara pembukaan, para tamu undangan dan masyarakat luas langsung mengunjungi gerai-gerai  yang memamerkan produk khas dari Indonesia, menonton berbagai acara tari-nyanyi yang dilakukan rombongan Kesenian Indonesia.

Salah satu gerai yang mendapat sambutan pengunjung cukup meriah adalah Souvantara Hopeland, yang memperkenalkan konsep JAVA Green Economy. 

CEO Hopeland Resort and Organic Farm, Umi Khulsum Ph.D yang diundang dalam festival itu mengenalkan agribisnis yang sedang dikembangkan di Hopeland dengan memanfaatkan kearifan lokal di kawasan Gn. Salak, Bogor, Jawa Barat.

“Perkebunan Kopi dan Rosela yang kami kembangkan, dulu bekas pertanian yang terlantar. Ada 16 hektar lahan diketinggian 1000mdpl, sedang digarap kembali menjadi perkebunan organik tanpa pupuk kimia, camping area dan pendidikan wisata alam.  Rencana besarnya Hopeland menjadi kawasan edukasi pertanian organik, pengamatan hewan langka sekaligus tempat healing yang mengasyikkan, ” kata Umi, di Can Thao City, Vietnam. 

Dengan cuaca yang dingin mencapai 15-25 derajat Celcius, Hopeland Camp telah menanam lebih dari 1000 pucuk kopi dan sebagian sudah siap panen.

Begitu juga dengan sayuran organik, ada yang dibudidayakan di dalam green house.

Selain bertanam berbagai jenis sayuran mulai dari Romen, Letucce, Salada, Kalee, Bawang Daun, Simak, Kacang Merah, Timun, Wortel, Labu, juga ditanam Kopi, Rosela (Java Mountain), Aren, Durian, Cengkeh, Mangga.  

“Semua sayuran ini digunakan untuk sumber makanan kafe yang beroperasi. Jadi semua bahannya fresh dari kebun sendiri. Buah-buahan yang juga tersedia seperti Markisa, Murbai, Delima, ” Jelasnya.

Hopeland Camp yang berbatasan dengan Taman Nasional Gn. Halimun-Salak, masih dihuni satwa liar seperti Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Kukang (Nycticebus javanicus), berbagai jenis kodok endemik dan Macan Kumbang (Panthera pardus melas).

Hampir setiap pagi hari wisatawan dapat melihat Elang Jawa ini terbang melayang di atas Hopeland mencari makan.

“Elang Jawa itu satwa identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda, cirinya ada buntut di kepalanya,” jelas Umi.

Dalam festival itu, Umi Khulsum Ph.D yang asli Solo itu,  memperkenalkan budaya Indonesia dengan menampilkan Tarian Burung Merak di panggung utama. Juga akan mengadakan  demo memasak kue Wajik dan  Kacang Mete Rempah Daun Jeruk. 

Komentar