Inovasi Budidaya Ikan Mujair dan Ikan Nila Melalui Sistim Bioflog
ASKARA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Muhammad Kachfi Marjuni.S.PI mengatakan bahwa penerapan dan pengembangan budidaya Nila sistem Bioflok pada kolam percontohan merupakan hasil inovasi tanpa henti yang terus dilakukan oleh DJPB terhadap teknologi yang efektif dan efisien termasuk dalam penggunaan sumberdaya air, lahan dan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
”Fenomena perubahan iklim, penurunan kualitas lingkungan global, perkembangan dan ledakan jumlah penduduk merupakan tantangan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan sehingga mau tidak mau harus diantisipasi, karena secara langsung akan berdampak pada penurunan suplai bahan pangan bagi masyarakat,”ujarnya, dikutip Minggu (27/11).
Dalam peninjauan budidaya sistim Bioflog pada kolam percontohan Dinas Perikanan dan Kelautan bersama ketua Umum Lembaga Ketahanan Pangan Nasional Naroso Propinsi Sulawesi tengah Drs.Hj Annike Agustina usai webinar bersama terkait Strategi Pengembangan Korporasi Petani Kelapa melalui Meeting zoom di aula lantai dua Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol.
Penerapan teknologi sistem Bioflok untuk ikan Nila tidak terlepas dari filosofi bahwa ikan ini secara alami merupakan ikan herbivora dan mampu mencerna flok yang tersusun atas berbagai mikroorganisme.
"Yaitu bakteri, algae, zooplankton, fitoplankton, dan bahan organik sebagai bagian sumber makanannya," jelasnya.
Sistem Bioflok pada pembesaran ikan Nila, jelasnya, mampu meningkatkan produktivitas hingga 25 – 30 kg/m3 atau 12-15 kali lipat jika dibandingkan dengan di kolam biasa yaitu sebanyak 2 kg/m3.
Sementara untuk pakan yang diberikan agar lebih meningkatkan hasil bobot ikan itu sendiri Muhammad Kacfi mangatakan, "Kami melakukan fermentasi dengan membuat pakan Organik tanpa Kimia, sehingga dapat menghemat biaya pakan Anogranik buatan pabrik."
Dari proses fermentasi tersebut, dihasilkan enzim yang dapat memperbaiki nilai nutrisi pakan dan manfaat-manfaat lain. Diantaranya, Meningkatkan daya cerna serat kasar;
Meningkatkan kandungan protein; Meningkatkan nilai nutrisi pada pakan;
"Menurunkan kadar asam fitat (zat antinutrisi yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada pakan) dan mempercepat pertumbuhan ikan nilai," jelasnya.
Kegiatan usaha perikanan budidaya di Indonesia didominasi oleh pelaku usaha skala kecil. Pembudidaya ikan skala kecil saat ini menghadapi banyak tantangan untuk mengantisipasi kompetisi dan permintaan dari pasar global.
Untuk mengantisipasi dampak persaingan pasar global dan meningkatkan daya saing, pembudidaya ikan skala kecil pada suatu kawasan/lokasi yang sama disarankan bekerja secara berkelompok/berserikat.
Petunjuk Teknis Klaster Perikanan Budidaya direkomendasikan KKP kepada pembudidaya ikan yang telah memiliki pengalaman usaha mengelola kegiatan perikanan budidaya yang ingin bekerja berkelompok dalam rangka memperkuat kegiatan usahanya. Pada edisi ini membahas tentang pembesaran ikan Nila di kolam.

Komentar