Musda II Gatensi DKI Jakarta
Lambok Rumapea: Gatensi Jadi Solusi Mencetak Lebih Banyak Tenaga Ahli Bersertifikasi
ASKARA – Ketua BPD Gabungan Ahli Teknik Nasional Indonesia (Gatensi) Provinsi DKI Jakarta, Ir Lambok Rumapea berharap agar BPD Gatensi Provinsi DKI Jakarta dapat menjalin kerjasama yang baik untuk menuju Gatensi sebagai asosiasi profesi yang lebih baik dan dapat berperan secara aktif di bidang jasa konstruksi.
“Hadirnya Organisasi Gatensi yang merupakan anak kandung dari Gapensi, dapat menjadi sebuah solusi untuk bisa mencetak lebih banyak tenaga ahli bersertifikasi,” ujar Lambok pada pembukaan musyawarah daerah (musda) kedua Gatensi Provinsi DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Kamis (27/10).
Dia juga menyatakan, sektor tenaga konstruksi terverifikasi semakin banyak dibutuhkan. Hal ini sehubungan dengan perkembangan pembangunan pada akhir-akhir ini pasca pandemi yang mulai menggeliat,
“Sehingga BPD Gatensi Provinsi DKI Jakarta diharapkan ikut berkontribusi secara maksimal dalam pelayanan untuk memenuhi kebutuhan badan usaha dalam memenuhi pengurusan maupun kebutuhan pelelangan,” sebutnya.
Untuk itu, lanjutnya, melalui Musda Gatensi DKI Jakarta telah menetapkan program kerja organisasi ke depan sesuai tema “Aktualisasi Peran Tenaga Kerja Konstruksi Gatensi Pada Sektor Usaha Jasa Konstruksi”.
Ia mengajak kepada BPD Gatensi Provinsi DKI Jakarta untuk bersama – sama membangun dan membesarkan Gatensi dengan meningkatkan komunikasi dan koordinasi serta siap bekerja untuk organisasi dan anggota.

“Oleh karena itu diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik secara internal maupun eksternal organisasi” ungkapnya.
Lebih lanjut, Lambok memaparkan Gatensi telah mendukung pelayanan sertifikasi provinsi, sertifikasi kompetensi kerja. Maka hadirnya organisasi Gatensi, kata Lambok, dapat mendorong lebih banyak tenaga ahli kontruksi bersertifikasi.
“Kami berharap semoga hal-hal yang dimusyarawahkan dapat menjadi masukan dan para peserta membahas program kerja Gatensi DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Koordinator Pembangunan Kota Pemprov DKI Jakarta, Tri R. Pardianto mengapresiasi Musda II Gatensi DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen yang sangat peduli terhadap pembangunan Jakarta yang berkelanjutan.
“Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah mengumumkan Ibu Kota Negara (IKN) akan dipindah dari DKI Jakarta ke Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Tri saat membuka Musda II Gatensi DKI Jakarta.

Menurutnya, salah satu pertimbangan IKN karena tingginya beban kota Jakarta sebagai pusat pemerintah, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan serta pusat jasa. Terpusatnya berbagai kegiatan penduduk DKI Jakarta, telah menyebabkan berbagai permasalahan, salah satunya kemacetan.
“Bappenas telah memperhitungkan kerugian yang ditimbulkan oleh masalah kemacetan. Kurang lebih mencapai Rp56 Triliun. Untuk itu, pemindahan IKN yang telah direncakan oleh pemerintah pusat dapat dijadikan sebagai momen penataan ulang kota Jakarta tanpa menghilangkan ke khususannya,” sebutnya.
Pemprov DKI Jakarta, lanjutnya, sudah memulai bersiap dalam menentukan arah pembangunan kota Jakarta setelah tidak lagi sebagai Ibukota DKI Jakarta. Salah satunya tertuang dalam rencana pembangunan daerah provinsi tahun 2023-2026, dan ditetapkan dalam Pergub No 25 Tahun 2022.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga bersama dengan pemerintah pusat sedang menyusun rancangan undang-undang tentang provinsi daerah kekhususan Jakarta. Adapun 4 tujuan prioritas dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Provinsi DKI Jakarta yaitu mencakup regenerasi kota yang berketahanan dan berkelanjutan.

Prekonomian Eksklusif yang berdaya saing penghidupan layak dan pemerataan kesejahteraan pembangunan manusia madani yang kesetaraan dan pelayanan masyarakat berkualitas, manajeman pemerintah berintegrasi.
“Infrastruktur yang telah ada merupakan hasil dari proses pembangunan kota selama berpuluh-puluh tahun bukan sesuatu yang dapat dihasilkan secara instan. Mengingat hal tersebut Jakarta tidak perlu khawatir ketika tidak lagi berstatus ibukota, karena masih banyak potensi kekhususan yang dimiliki DKI Jakarta, seperti pusat bisnis, perdagangan, kesehatan dan pendidikan,” tuturnya.
Seperti diketahui DKI Jakarta adalah provinsi dengan jumlah pekerja konstruksi terbanyak di Indonesia. Dengan jumlah pada tahun 2021 mencapai 424.892 pekerja. Kemudian perpindahannya Ibu Kota Negara tidak serta merta akan dijadikan pembangunan konstruksi di Jakarta berkurang secara signifikan dalam waktu dekat.

Sebab, jelasnya, Jakarta masih dilakukan pembangunan untuk menuju Jakarta sebagai global yang sejajar dengan kota-kota maju di dunia.
“Tentunya ke depan dapat menjalin kerjasama dan bersinergi yang baik antara pemerintah dan Gakensi terutama dalam hal membangun kota Jakarta menjadi kota global,” katanya.
Dia berharap pada Musda ini dapat menjadi sarana konsolidasi Gatensi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dan mendorong partisipasi anggota Gatensi melalui kegiatan sektor usaha jasa konstruksi.

Komentar