Senin, 26 September 2022 | 11:13
NEWS

Bukan Sinetron, Viral Jenazah Hanya Diantar Perangkat Desa

Bukan Sinetron, Viral Jenazah Hanya Diantar Perangkat Desa

ASKARA – Beberapa hari belakangan sosial media dihebohkan dengan video yang menampilkan perangkat desa menggotong keranda jenazah ke makam tanpa didampingi keluarga. Video tersebut viral di berbagai platform media dan diteruskan berkali-kali. Ternyata video tersebut diambil di Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

Viral seorang jenazah di Kediri, Jawa Timur taka da yang mengantarkan ke kuburan (makam). Demikian disampaikan terangbulan lewat akun Twiternya, dikutip Jumat (23/9).

“Terlihat dalam rekaman video tersebut jenazah yang diantarkan oleh perangkat desa dan tidak terlihat iring-iringan atau rombongan dari para tetangg jenazah,” ujar akun @6undul0h mengutip terangbulan.

Menurut informasi dari pemilik video bahwa kabar meninggalnya jenazah tersebut sudah diumumkan, tetapi para tetangga tidak ada yang mendengar sehingga para perangkat desa yang turun tangan.

Lewat narasinya, ia juga menambahkan bahwa beliau semasa hidupnya jika ada tetangga/orang yang meninggal ia tak pernah datang (melayat).

“Bagaimana kehidupan bersosial seseorang suka terlihat saat 1. Kematiannya 2.Tamu yg datang saat hajatan (menikahkan/khitanan dll). Maka berbaik2lah dg keluarga, tetangga dan jamaah masjid (rutin sholat berjamaah terutama subuh) karena merekalah yg akan mengurusi kita saat wafat,” sindir akun @AgustinaBasar.

Bahkan akun @ElFarizie mengomentari, “Jika benar demikian maka 1 kampung ikut berdosa..krn mensholatkan dan mengantarkan jenazah ke kubur jika yg meninggal seorang muslim, hukumnya fardu kifayah..terlepas baik buruknya perangai almarhum selama hidup..semoga menjadi pelajaran buat semua.”

Namun, ada klarifikasi dari @radiggedhep, bahwa almarhum merupakan orang keterbelakangan mental om, hidup bersama 2 saudaranya yg sama2 mengalami hal yang sama. Mengenai kenapa tidak ada warga yg mengantarkan, itu disebabkan warga sekitar mayoritas laki-lakinya para pekerja, dan banyak yang janda.

Kepala Desa Kedak Sunarti membenarkan video tersebut memang terjadi di Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Ia mengatakan, identitas jenazah tersebut adalah Supartono yang meninggal pada usia 70 tahun. Namun ia membantah narasi jenazah semasa hidupnya tidak bertetangga dengan baik.

Sunarti menjelaskan, perangkat desa bertindak mengurus hingga memakamkan jenazah karena kondisi keluarga yang tinggal bersama Supartono hampir seluruhnya mengidap keterbelakangan mental. 

“Selain itu tetangganya banyak perempuan berstatus janda sehingga tidak memungkinkan untuk turut mengantar jenazah menuju pemakaman,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengunggah video tersebut, Kapolsek Semen AKP Siswandi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk meminta keterangan lebih lanjut mengingat narasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Untuk pengunggah video ini masih kita lakukan penyelidikan, kita cari untuk kita klarifikasi,” kata AKP Siswandi,” Kamis (22/9).

Menurut Siswandi, ada narasi yang salah yang dibangun oleh si pengunggah. Bahwa semasa hidupnya, almarhum Supartono, warga Desa Kedak berusia sekitar 70 tahun itu tidak pernah bertetangga.

“Videonya betul tapi narasinya ini lah yang tidak betul, karena ada narasi bahwa semasa hidup almarhum ini tidak bertetangga dan tidak pernah srawung dengan tetangga kanan kiri itu tidak benar,” jelasnya.

Almarhum Supartono, lanjut AKP Siswandi mengalami keterbelakangan mental. Alhamrhum yang belum menikah ini tinggal bersama Musipah kakanya dengan kondisi serba kekurangan. 

“(Mohon maaf) keluarganya satu rumah itu ada keterbelakangan mental, kekurangan fisik juga,” terang AKP Siswandi.

Komentar