Minggu, 25 September 2022 | 21:35
COMMUNITY

Isak Tangis Pecah, Dua Santriwati Daarul Qur’an Yogyakarta Selesaikan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an-nya

Isak Tangis Pecah, Dua Santriwati Daarul Qur’an Yogyakarta Selesaikan Hafalan 30 Juz Al-Qur’an-nya
Laola Azzahra dan Husnul Mulkiah

ASKARA - Terbata isak tangis ketika mulai membaca tiga surat terakhir dalam Al-Qur’an, beberapa kali mengusap air mata dengan lembaran tisu yang tak lagi kering mengeringkan. Pecah tangis sesampai ayat terakhir Surat An-Nas dilantunkan dua santri menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an-nya.

Bertambah sendu bahagia saat doa khotmil Qur’an dipanjatkan para pengajar Tahfizh Intensif PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta, diaminkan dengan lirih namun terpanjat harap terdengar sampai langit oleh para wali santri, manajemen PPPA Daarul Qur’an, dan semua yang hadir.

Jumat pagi lalu yang sangat membahagiakan, dua santriwati Tahfizh Intensif PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya dalam 1,5 bulan dan 8 bulan. Ialah Laola Azzahra dan Husnul Mulkiah. Laola mengikuti program Tahfizh Intensif sejak Juli 2022 dan Mulki telah mengikuti sejak Angkatan IV pada awal tahun 2022.

Wanita asal Wonosobo, Jawa Tengah tersebut selalu teringat pesan dari orang tuanya bahwa ketika sudah berani memutuskan untuk menjadi penghafal Al-Qur'an, maka harus berani pula untuk menyelesaikan. Hingga Rabu (7/9) lalu, menjelang maghrib tangis haru memecah saat Laola telah menyelesaikan setoran ziyadah 30 juz Al-Qur’an dalam waktu 54 hari.

Setelah Laola, selang enam hari disusul oleh Husnul Mulkiah yang juga menyelesaikan setoran ziyadah terakhirnya pada hari Selasa (13/9). Mulki adalah mahasiswi lulusan UIN Sunan Kalijaga Jurusan Perbandingan Madzab dari Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Meskipun banyak rintangan dan sakit ketika di Tahfizh Intensif Angkatan V ini, namun dengan kesungguhan dan kebulatan tekad, Mulki dapat menyelesaikan hafalannya terhitung delapan bulan lamanya.

Tasyakuran khatam 30 juz Al-Qur’an program Tahfzh Intensif adalah ikhtiar tetap merawat dan menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an di tengah para santri yang dikarantina selama enam bulan untuk menambah (ziyadah) dan menguatkan (itqon) hafalannya. Juga untuk menanamkan semangat, nilai, dan amanat kepada para penghafal Al-Qur’an di ekosistem program Daarul Qur’an.

“Selamat dan salam dari Pimpinan Daarul Qur'an kepada santri Tahfizh Intensif Daarul Qur'an Yogyakarta yang telah meluangkan waktunya untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an,” ujar Kepala Perwakilan PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta Maulana Kurnia Putra.

“Dan tidak ada kata selesai dalam menghafal Al-Qur'an, karena sejatinya setelah selesai menghafal Al-Qur'an adalah awal untuk melanjutkan tugas kenabian. Sehingga apapun profesi para santri kelak tetaplah menjadi guru mengaji Al-Qur’an untuk menjaga, belajar, dan terus mengajarkan,” sambungnya yang dilanjutkan pembacaan doa oleh Ustadzah Rani selaku pembimbing Tahfizh Intensif bersama Ustadzah Dian.

Komentar