Senin, 26 September 2022 | 09:30
NEWS

Ganjarist Eko Kuntadhi Hina Ning Imaz Lirboyo Memantik Amarah Keluarga Besar NU

Ganjarist Eko Kuntadhi Hina Ning Imaz Lirboyo Memantik Amarah Keluarga Besar NU
Ketua Umum Kornas Ganjarist Eko Kuntadhi

ASKARA – Hinaan Ketua Umum Kornas Ganjarist atau pendukung Ganjar Pranowo Eko Kuntadhi  kepada Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz, salah satu anak kiai besar dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri telah memantik kemarahan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Menanggapi  kicauan Eko Kuntadi itu, Pengurus Ponpes Lirboyo Kediri KH.Oing Abdul Muid menyayangkan apa yang dilakukan Eko. Dia menyebut tidak semestinya Eko sebagai pegiat media sosial berkata seperti itu.

"Kita sangat menyayangkan cuitan semacam itu. Medsos tidak semestinya digunakan untuk caci maki ujaran kebencian," tegas Gus Muid sapaan akrabnya, Rabu (14/9).

Gus Muid berpesan kepada Eko untuk lebih beradab dalam menyampaikan argumen. Menurut Gus Muid, tak masalah jika seseorang berbeda pendapat. Namun, harus ada tata krama dalam menyanggah pendapat lainnya.

"Kalau pun toh tidak setuju dengan pendapat yang disampaikan, sampaikan dengan beradab dan argumen yang valid. Toh, Ning Imaz juga terbuka dengan diskusi," kata Gus Muid.

Ketua PWNU DKI Samsul Maarif menyebut Eko Kuntadhi berkarakter kotor dan tidak Pancasilais. “Kritik boleh, tapi tidak dengan menggunakan kalimat kotor dan kasar. Ini saya kira Eko ini sudah terlalu biasa (menghina) punya karakter negatif,” kata Samsul dalam keterangan pers nya, Rabu (14/9).

Eko Kuntadhi, katanya, terlihat sangat tidak memahami nilai-nilai Pancasila dengan menghina Ning Imaz. Sebab, Eko tidak paham batasan etik dan akhlak yang jelas diajarkan dalam nilai-nilai Pancasila.

“Tidak memahami nilai Pancasila. Kenapa? Ini memang negeri demokrasi, tetapi demokrasi itu terbatas dengan hak-hak orang lain. Dibatasi dengan etika dan akhlak,” imbuh dia.

Bahkan Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN), Muhammad Fawait mengutuk Eko Kuntadhi yang dinilai menghina dan merendahkan perempuan.

“Terlebih yang dihina adalah Imaz Fatimatuz Zahra yang akrab dipanggil Ning Imaz, seorang ustadzah, putri KH Khaliq Ridwan, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri,” tandas Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Chotib, Al Qodiri IV Jember itu.

Dia menyebut kelakuan Eko Kuntadhi itu tidak berakhlak. Sebab, pegiat media sosial itu melontarkan kata-kata kasar dan kotor pada seorang perempuan. Sebab, ia dilahirkan dari rahim seorang perempuan.

"Tindakan Eko itu sangat tidak berakhlak. Ia merendahkan perempuan, seorang ustadzah dengan kata-kata kotor dan kasar," tegas Gus Fawait.

Sebelumnya diberitakan, Eko Kuntadhi memberikan tanggapan negatif terhadap sebuah video Ning Imaz, berawal dari video yang diproduksi oleh NU Online. Dalam video itu Ning Imaz sedang menjelaskan tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 14. Video ini juga diunggah di TikTok NU Online dengan judul thumbnail Lelaki di Surga Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa?

Eko kemudian mengupload ulang video itu di akun twitter miliknya dengan tambahan kata-kata atau caption “Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,”.

Belakangan Eko menghapus video tersebut setelah banyak mendapat serangan online oleh warga NU. Namun tangkapan layarnya terlanjur beredar luas di media sosial.

Sementara itu, Eko Kuntadhi  telah menyampaikan permintaan maaf kepada Ning Imaz. Namun, menurut Samsul Ma’arif, Eko belum menunjukkan itikad baik.

Karena ucapan yang ia sebut bisa saja menjurus ke arah penistaan dan menyakiti keluarga besar pesantren di Indonesia.

“Saya menilai Eko tidak memahami nilai Pancasila dan demokrasi. Kita ini hidup di negara yang Pancasila. Yang menjaga nilai-nilai demokrasi, itu kita boleh memang menyampaikan pendapat. Tapi dibatasi dengan hal-hal,” terangnya.

Sementara itu, Ning Imaz mengatakan bahwa permintaan maaf bukan disampaikan kepadanya, melainkan kepada Ibnu Katsir.

“Minta maafnya jangan ke saya. ke imam ibnu katsir, ke umat se indonesia yg sakit hati agamanya dihina2,” tulis Ning Imaz melalui twitternya, @ImazzFat, Rabu (14/09).

Ning Imaz juga menyatakan, secara personal unggahan Eko Kuntadhi memang merendahkan Ning Imaz tapi bukan itu poinnya.

“Siapapun harus belajar untuk tidak mengomentari sesuatu yg bukan ranahnya. Diskusi keilmuan dibalas dgn diskusi keilmuan dgn Kritik konstruktif dan pakai etika,” ujarnya.

Dikabarkan, sebagai relawan dan loyalis Ganjar Pranowo, Eko Kuntadhi mengatakan Ganjarist sejak awal telah mendeklarasikan dukungannya pada Ganjar Pranowo. Eko menilai Ganjar Pranowo adalah alternatif terbaik melanjutkan estafet kepemimpinan Jokowi.

Bahkan Eko Kuntadhi mengklaim sejumlah Relawan Jokowi saat ini secara pribadi memutuskan memberikan dukungan politik kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

 

Komentar