Senin, 15 Juni 2026 | 17:36
MILITER

Dunia Militer Tanah Air Berduka

Innalillahi, Perwira Terbaik TNI AL Kolonel Budi Iryanto Penemu Kokain Rp1,2 T Wafat di RSPAL Ramelan

Innalillahi, Perwira Terbaik TNI AL Kolonel Budi Iryanto Penemu Kokain Rp1,2 T Wafat di RSPAL Ramelan
Serah terima jabatan sebagai Danlanal Banten

ASKARA - Dunia militer tanah air berduka cita, perwira terbaik TNI Angkatan Laut, Kolonel Laut(P) Budi Iryanto,M.Tr.Hanla menghadap sang Pencipta, Sabtu, 20 Agustus 2022.

Mantan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten (2020—2022) dalam perawatan karena sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) Ramelan, Surabaya, Jawa Timur.

Walikota Cilegon, H. Helldy Agustian, SE, SH lewat akun Facebooknya menyampai duka cita atas wafatnya Kolonel Laut (P) Budi Iryanto.

“Innalillahi wa Innailaihi roji'un, Turut berduka atas wafatnya Kolonel Laut (P) Budi Iryanto, mantan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten di  RSAL Ramelan Surabaya. Insya Allah almarhum husnul khatimah,” ujar Helldy.

“Diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan keluarga yg ditinggalkannya tetap sabar dan tawakal. Aamiin. Terimakasih komandan atas segala jasa dan dedikasimu yang pernah menjaga dan melindungi laut Banten khususnya Kota Cilegon,” sambungnya.

Belum lama ini, dikutip Viva, nama almarhum menjadi sorotan setelah keberhasilan Lanal Banten menggagalkan penyelundupan narkoba kelas dunia dengan jumlah terbesar di tahun 2022 di perairan Selat Sunda pada 8 Mei 2022.

Kapal patroli TNI AL KAL Sanghiang menemukan narkotika jenis kokain yang dikemas dalam bentuk 4 bungkus plastik itu mengapung di laut. Ada empat plastik ditemukan saat itu, kondisinya saling berdekatan.

Di lokasi juga ditemukan sebuah pelampung. Lalu di setiap kantong plastik dipasang pemberat sehingga plastik itu tampak agak melayang di dalam air. Plastik itu juga dikemas dengan sangat rapi sehingga kedap air.

Dan ternyata isinya kokain sebanyak 179 kilogram, menurut BNN Banten, nilainya mencapai Rp1,25 Triliun. "Menurut asumsi harga menurut BNN sekitar 5 sampai 7 juta per gram, maka nilai total perkiraan adalah sekitar Rp1,25 triliun," ucap Wakil KSAL Laksdya Ahmadi Heri Purwono saat memimpin pemusnahan barang bukti narkotika jenis kokain dengan berat 179 kilogram yang akan dilaksanakan secara bertahap di Mako Koarmada I Gunung Sahari Jakarta Pusat, Kamis (2/6).

Wakil KSAL mengatakan barang haram itu ditemukan dalam keadaan mengapung dan sudah terbungkus 4 plastik berwarna hitam. Cara melemparkan plastik ke laut merupakan modus oknum menyelundupkan narkotika lewat perairan.  Nantinya setelah barang terapung, akan ada orang yang mengawasi dan mengambil barang haram itu sampai ke perairan Indonesia.

Dirinya menduga, pelaku melempar barang itu dengan pelampung. "Ini merupakan salah satu modus operandi dari cara memasukan barang-barang haram ke Indonesia. Mungkin di sekitar area itu sudah ada, mungkin perahu cepat atau orang-orang yang akan mengawasi pergerakan barang," katanya.

17 hari setelah pasukannya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba terbesar 179 Kilogram Kokain di Selat Sunda tahun ini, Kolonel Budi menyerahkan jabatan sebagai Danlanal Banten kepada Komandan Lantamal III, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Umar Farouq. Serah terima jabatan di lobby Mako Lantamal III, Jl Gunung Sahari No 2 Ancol Jakarta Utara, Selasa (24/05).

Berdasarkan catatan, semasa hidupnya Kolonel Budi dikenal sebagai sosok yang baik dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas. Almarhum juga meninggalkan jasa yang luar biasa dimana kepedulian untuk masyarakat sangat besar apalagi dimusim pandemik Covid-19.

 

Komentar