Minggu, 14 Agustus 2022 | 03:29
NEWS

Golkar Mulai Perkenalkan Airlangga Hartarto Sebagai Capres ke Kader PAN dan PPP

Golkar Mulai Perkenalkan Airlangga Hartarto Sebagai Capres ke Kader PAN dan PPP
Airlangga Hartarto (Dok Istimewa)

ASKARA - Partai Golkar mulai memperkenalkan ketua umumnya, Airlangga Hartarto kepada akar rumput Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). 

Diharapkan, kader dan pendukung kedua partai itu dapat menerima Airlangga Hartarto sebagai capres yang akan diusulkan dalam konsolidasi tingkat nasional. 

"Pak Airlangga turun terus ke bawah, bukan hanya ke internal Golkar, tapi juga kepada PAN dan PPP. Kita harapkan di akar rumputnya PAN dan PPP bisa menerima Pak Airlangga. Nah itu kan ada butuh sebuah tahapan dan proses, nggak mungkin kita paksakan kedaulatan partai kan kita hormati," ujar politisi Golkar Lamhot Sinaga, dikutip Minggu (3/7). 

Dikatakan Lamhot, turunnya Airlangga ke daerah-daerah sudah dilakukan usai silahturami KIB awal Juni lalu di Jakarta. 

Rencananya silahturami akan dilakukan di seluruh wilayah Sumatra. 

"Pekan lalu di Jambi, nanti Juli akan di Medan. Baik PAN dan PPP hadir di situ yang dihadiri langsung oleh Pak Airlangga," katanya.

KIB, kata Lamhot, KIB memprioritaskan kader internal untuk menjadi capres dan cawapres 2024. Masing masing partai saat ini masih melakukan konsolidasi internal.

Mereka melakukan penjaringan dari tingkat bawah sampai ke tingkat pusat.

Menurut Lamhot, proses penjaringan di masing masing partai berbeda. Perbedaan ini yang kemudian akan disatukan melalui konsolidasi internal masing masing partai atau bersama sama. 

"Berulang-ulang Pak Airlangga kan mengatakan bahwa prioritas dari kader internal. Nah, pada akhirnya nanti hasil dari konsolidasi internal ini akan dibawa ke tingkat nasional yang dilakukan oleh KIB," terang Lamhot. 

Untuk partai Golkar, sudah bulat mencalon Airlangga sebagai capres. 
Golkar berharap jika terpilih nantinya Airlangga dari KIB, sosok calon wakil presidennya sanggup mengemban visi misi koalisi. 

"Misalnya harus bisa menanggalkan politik identitas, lalu harus mengemban visi misi dan platform yang disepakati KIB. Nah, hal itulah yang akan kita rumuskan bersama-sama tak hanya satu partai saja, tapi ketiganya juga. Jadi jalannya natural dan smooth gitulah, jadi tahapannya jelas," tandasnya. 

 

Komentar