Rabu, 22 Juli 2026 | 05:29
NEWS

Pesawat Lion Air Gagal Mendarat, Batik Air Terpaksa Berputar 10 Kali

Pesawat Lion Air Gagal Mendarat, Batik Air Terpaksa Berputar 10 Kali
Pesawat Lion Air (Dok Lion Air)

ASKARA - Pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 630 rute Jakarta-Bengkulu gagal mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno, pada Rabu (29/6). Pihak bandara terpaksa melakukan penundaan jadwal penerbangan. 

Pesawat Lion Air dengan penumpang 103 orang itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 14.30 WIB. 

Namun, pesawat dihadang cuaca buruk saat akan mendarat di sekitar Bandara Fatmawati, Bengkulu dan tak memungkinkan pendaratan pesawat.

Pihak bandara kemudian memutuskan pendaratan dibatalkan dan pesawat tersebut kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. 

Selain Lion Air JT 630, penerbangan Batik Air juga terganggu. Pesawat sempat berputar-putar selama lebih dari 10 kali di atas bandara. 

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro membenarkan informasi tersebut.

"Lion Air Penerbangan JT-630 rute Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta di Tangerang (CGK) tujuan Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) pada Rabu (29/6) melakukan keputusan kembali ke bandar udara asal (return to base/ RTB)," kata dia. 

Keputusan RTB, lanjutnya, adalah langkah tepat, sebagaimana standar operasional prosedur untuk mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, dikarenakan kondisi cuaca kurang baik di bandar udara Fatmawati Soekarno. 

Sementara itu, BMKG Provinsi Bengkulu pada 29 Juni sudah merilis perkiraan cuaca. Hingga hari ini, Kamis (30/6) pukul 07.00 WIB, kondisi cuaca berstatus waspada. 
Sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu akan terdampak hujan lebat. 

Mulai dari Kabupaten Bengkulu Tengah, status waspada di Talang Empat, Pondok Kubang, Pondok Kelapa, Karang Tinggi, Merigi Kelindang, dan Taba Penanjung. 

Di Kota Bengkulu wilayah Ratu Samban, Ratu Agung, Teluk Segara, Muara Bangka Hulu, Sungai Serut, Singaran Pati, Gading Cempaka, Selebar, dan Kampung Melayu juga diperkirakan mengalami hal sama.

Begitu juga di Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur. (jpnn)

 

Komentar